- Sejumlah tokoh lintas generasi bertemu Jusuf Kalla pada Sabtu (7/3/2026) untuk membahas krisis kepemimpinan bangsa.
- Sudirman Said menyoroti hilangnya kepemimpinan intrinsik berbasis nilai luhur seperti integritas dan kompetensi.
- Tujuan pertemuan adalah evaluasi kebijakan pemerintahan dan penguatan peran masyarakat sipil, bukan mengganggu pemerintah.
Ia mengibaratkan kondisi Indonesia seperti “bus besar” yang sudah reot dan perlu segera diperbaiki agar tetap menuju tujuan yang benar.
Pandangan serupa disampaikan peneliti kebijakan publik dari Think Policy, Andhyta F. Utami.
Ia menilai pentingnya penguatan institusi negara serta pemulihan marwah trias politica dan mekanisme check and balance.
“Proses kebijakan publik harus berbasis akuntabilitas dan pelembagaan yang baik, bukan pendekatan individual,” ujar Afu.
Ia juga menyoroti semakin terbatasnya ruang masyarakat sipil untuk memberi masukan dalam proses kebijakan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai sektor, mulai dari dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat sipil.
Di antaranya Anton J. Supit, William Sabandar, Arief Zulkifli, Diah Saminarsih, Yanuar Nugroho, Titi Anggraeni, hingga Mandira Bienna Elmir.
Menutup diskusi, Jusuf Kalla menegaskan bahwa pertemuan itu bukan bertujuan untuk mengganggu pemerintah.
Ia menekankan pentingnya evaluasi kebijakan agar Indonesia tidak menghadapi masalah serius di masa depan.
Baca Juga: Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
“Tidak ada pembicaraan yang bertujuan mengganggu, apalagi menjatuhkan,” tegas JK.
“Tanpa evaluasi kebijakan dan konsep yang baik, kita akan menghadapi situasi sulit, terutama di sektor dunia usaha, pendidikan, dan kesehatan.”
Berita Terkait
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
-
Pesan Mendalam Jusuf Kalla saat Tarawih: Pentingnya Mendamaikan Sesama
-
JK Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Kondisi Negara hingga Ketegangan Global
-
Jusuf Kalla Ajak Seluruh Masjid Indonesia Baca Qunut Nazilah untuk Perdamaian Dunia
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Kejaksaan RI Buka Lelang, 400 Aset Sitaan Bakal Ditawarkan ke Publik
-
Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah
-
Wacana KTP Hilang Bakal Kena Denda, Dukcapil: Bukan untuk Memberatkan Warga
-
Bertahan di Pasar Santa Jaksel, Toko SobaSoba Tawarkan Pakaian Vintage Penuh Cerita
-
Ekonomi Kayong Utara Melejit 5,89 Persen, Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Motor Utama
-
Formappi Ingatkan DPR Usai Istri Nadiem Makarim Minta Audiensi: Hati-hati
-
Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan
-
Sinergi Warga dan PT DIB Harita, Panen Perdana Lele di Desa Pelapis Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi
-
1,4 Juta Lowongan Kerja di Koperasi Desa Merah Putih, Seberapa Realistis?
-
Dulu Kiblat Kawula Muda Jakarta, Pasar Santa Kini Berubah Sunyi