News / Nasional
Minggu, 08 Maret 2026 | 13:37 WIB
Ilustrasi kebakaran. [Ist]
Baca 10 detik
  • Kebakaran terjadi pada Sabtu malam (7/3) di Pasar Darurat Rakyat Blora, menghanguskan sembilan kios dan satu rumah warga.
  • Penyebab kebakaran diduga kuat karena korsleting listrik pada salah satu kios, dilaporkan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.
  • Peristiwa ini mengakibatkan kerugian materiil sekitar Rp2,225 miliar, meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Suara.com - Kebakaran melanda Pasar Darurat Rakyat di Jalan Raya Ngawen–Japah, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Sabtu (7/3) malam. Peristiwa tersebut menghanguskan sembilan kios pedagang serta satu rumah warga di sekitar lokasi.

Kapolsek Ngawen AKP Lilik Eko Sukaryono menjelaskan, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik pada salah satu kios pedagang.

"Kebakaran yang diduga disebabkan karena hubungan arus pendek listrik dari stop kontak di kios darurat milik salah satu pedagang itu diperkirakan terjadi pada Sabtu (7/3) pukul 23.30 WIB," kata Kapolsek Ngawen AKP Lilik Eko Sukaryono di Blora, Minggu.

Api pertama kali diketahui oleh Suwadi, pemilik rumah yang berada tidak jauh dari lokasi pasar darurat tersebut. Ia melihat percikan api yang kemudian merambat cepat ke bagian atap kios yang terbuat dari kayu.

"Saksi melihat percikan api yang kemudian menjalar ke atap kayu bangunan kios pasar," ujarnya.

Suwadi sempat mencoba memadamkan api dengan menyiram air secara manual. Namun kobaran api justru semakin besar dan sulit dikendalikan, sehingga ia berteriak meminta bantuan warga sekitar.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas pemadam kebakaran Kecamatan Ngawen. Sekitar 10 menit setelah laporan diterima, tim pemadam tiba di lokasi. Saat itu, api sudah membesar dan merambat ke sejumlah kios lain di area pasar.

"Setelah upaya pemadaman selama sekitar satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan," ujarnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar. Polisi memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp2,225 miliar.

Baca Juga: Dari Konten Fungsi Helm ke Teror Digital: Mengapa Petugas Damkar Depok Diincar dan Diintimidasi?

Sedikitnya sembilan pemilik kios dan rumah terdampak dalam peristiwa tersebut. Di antaranya Suwadi yang kehilangan rumah, dagangan capil, serta satu unit sepeda motor Suzuki Shogun R tahun 2002 dengan kerugian sekitar Rp605 juta.

Kerugian terbesar dialami Suparman yang kehilangan kios dan dagangan sembako senilai Rp1 miliar. Selain itu, Bagus Rahman Aprianto mengalami kerugian sekitar Rp100 juta akibat kios jajanan miliknya terbakar.

Sementara itu, Sutikno kehilangan rumah dan dagangan frozen senilai Rp30 juta, serta Bayu Ari Wicaksono yang warung makannya terbakar dengan kerugian sekitar Rp15 juta.

Pedagang lainnya yang terdampak yakni Nihayatun Ni’mah dengan kerugian kios dan dagangan sandal serta sepatu sekitar Rp150 juta, Sutimah sekitar Rp75 juta, Rumiyati dengan kios dan dagangan pakaian sekitar Rp150 juta, serta Anik Dwi Jayanti dengan kios sembako sekitar Rp100 juta.

Pasca kejadian, aparat dari Polsek Ngawen bersama anggota Koramil Ngawen, tim pemadam kebakaran Kecamatan Ngawen, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, serta mendata kerugian yang dialami para korban.

Load More