- Bapco Energies Bahrain menyatakan *force majeure* setelah serangan udara melumpuhkan fasilitas penyulingan minyak utama mereka di Sitra.
- Serangan drone yang dikonfirmasi otoritas Bahrain tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan beberapa korban luka-luka.
- India mengizinkan tiga kapal Iran bersandar di pelabuhan Kochi pada 4 Maret 2026, di tengah ketegangan global.
Suara.com - Sektor energi Bahrain mengalami guncangan signifikan setelah perusahaan minyak negara, Bapco Energies, secara resmi menyatakan kondisi force majeure pada seluruh operasi grupnya.
Keputusan ini diambil menyusul insiden serangan udara yang melumpuhkan fasilitas penyulingan minyak utama mereka.
Force majeure merupakan klausul hukum yang membebaskan pihak perusahaan dari kewajiban kontrak apabila terjadi kegagalan pasokan akibat peristiwa di luar kendali, seperti perang atau serangan bersenjata.
Sebelum pengumuman tersebut, warga setempat melaporkan pemandangan mencekam berupa kepulan asap hitam tebal yang membubung tinggi dari arah kilang minyak Bapco di wilayah Sitra.
Dilansir via Aljazeera, otoritas pemerintah Bahrain mengonfirmasi adanya kerusakan infrastruktur dan sejumlah korban luka-luka di area tersebut akibat serangan drone yang diluncurkan oleh pihak Iran.
Sebagai fasilitas penyulingan minyak terbesar sekaligus tulang punggung sektor energi Bahrain, kelumpuhan operasional Bapco diprediksi akan memberikan tekanan tambahan pada pasar minyak regional yang saat ini sedang berada dalam kondisi rentan.
Di tengah eskalasi konflik militer yang melibatkan serangan terhadap infrastruktur energi, Iran juga terlihat aktif melakukan manuver diplomatik.
Pemerintah India mengungkapkan bahwa mereka telah memberikan izin bagi tiga kapal milik Iran untuk bersandar di pelabuhan mereka.
Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar, memberikan keterangan di hadapan parlemen pada Senin (9/3/2026) terkait kebijakan ini. Ia membenarkan bahwa permohonan izin tersebut telah disetujui sejak 1 Maret lalu.
Baca Juga: Minyak Mentah Cetak Rekor, Harga Sawit Ikutan Meroket!
"Pemerintah meyakini bahwa memberikan izin bersandar adalah langkah yang tepat untuk dilakukan," ujar Jaishankar.
Ia menambahkan bahwa salah satu dari tiga kapal tersebut telah sukses berlabuh di pelabuhan Kochi, India bagian selatan, pada 4 Maret. Saat ini, seluruh kru kapal tersebut dilaporkan berada dalam pengawasan fasilitas angkatan laut India.
Langkah India yang tetap memberikan akses pelabuhan bagi kapal Iran ini menuai perhatian di tengah ketegangan global, mengingat Iran saat ini tengah berhadapan dengan Amerika Serikat dan sekutunya terkait krisis di Selat Hormuz.
Berita Terkait
-
Buntut Tekanan AS, Iran Disebut Kecewa Berat Terhadap Indonesia Era Prabowo
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Kuasa Hukum Nilai Instrumen Negara Digunakan untuk Perang Dagang
-
TB Hasanuddin Sebut Pengumuman Siaga 1 TNI Aneh: Bikin Rakyat Gelisah
-
Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20
-
Sisa 2 Hari Lagi! Serbu Promo Minyak Goreng Murah di Indomaret, Ada Sovia Sampai Tropical
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, 3 Penumpang Ambulans Tewas Seketika
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
Terkini
-
Bahlil Akan Tambah Kuota Produksi Batubara 2026
-
BBCA Jebol di Bawah Rp 5.000, Ini Target Harga Saham Perbankan Menurut Analis
-
IHSG Hancur Lebur di Sesi 1, Saham BBCA dan Big Banks Catat Harga Termurah!
-
Asing Lepas Saham Perbankan Triliunan Rupiah Hingga Sesi I, BBCA Paling Banyak
-
Purbaya Pamer Setoran Pajak Sektor Industri Tumbuh Tinggi, Perdagangan Naik 52,4%
-
Tak Jadi di Minerba, Bahlil Bilang Skema Bagi Hasil Hanya Sektor Migas
-
Meski Bisa Tentukan Harga Ekspor, DSI Diklaim Tak Akan Ambil Untung Berlebihan
-
Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?
-
IHSG Anjlok Parah Saat Rupiah Melemah Rp18.126, Analis Sebut Bisa Lebih Parah
-
Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah