News / Internasional
Selasa, 10 Maret 2026 | 08:18 WIB
Pemandangan di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/Fatemeh Bahrami/py/am.)
Baca 10 detik
  • Wakil Menteri Iran menyebut China, Rusia, dan Prancis intensif berkomunikasi untuk menghentikan permusuhan di kawasan tersebut.
  • Presiden Putin mengajukan usulan penyelesaian politik konflik Iran dan Ukraina melalui pembicaraan langsung dengan Presiden Trump.
  • Meskipun upaya damai, Iran melancarkan serangan balasan "Operasi Janji Setia 4" menggunakan rudal berat sebagai perlawanan.

Trump menyatakan ingin rakyat Iran mengambil alih pemerintahan, namun serangan udara yang menghantam infrastruktur sipil dan pemukiman warga justru berisiko menghilangkan dukungan dari masyarakat lokal.

"Pemerintahan Trump memiliki tujuan militer yang jelas, namun tujuan politiknya masih kabur," ujar Harrison.

Meski pembicaraan damai terus bergulir, situasi di Teheran dan kota-kota besar lainnya seperti Isfahan dan Karaj dilaporkan sangat mencekam.

Ledakan keras terus terdengar setiap beberapa jam, mengguncang bangunan-bangunan di ibu kota. Pemerintah Iran belum merilis detail target yang terkena dampak, namun laporan mengenai jatuhnya korban jiwa di daerah pemukiman terus bermunculan.

Sebagai bentuk perlawanan, Iran meningkatkan intensitas serangannya dengan meluncurkan gelombang ke-33 yang disebut "Operasi Janji Setia 4".

Pihak militer Iran mengeklaim mulai menggunakan rudal berat dengan bobot lebih dari 1.000 kilogram untuk menghantam target di Israel dan pangkalan-pangkalan militer di kawasan regional sebagai balasan atas agresi yang mereka terima.


DISCLAIMER: Berita ini disusun berdasarkan perkembangan situasi global per 10 Maret 2026. Konflik di Iran bersifat sangat dinamis dengan risiko perubahan situasi keamanan yang cepat.

Load More