News / Internasional
Selasa, 10 Maret 2026 | 10:30 WIB
Menteri Keamanan Ekonomi Jepang Kimi Onoda (6m.Japan)
Baca 10 detik
  • Menteri Kimi Onoda meminta maaf kepada rakyat karena terlambat rapat kabinet lima menit.

  • Penyebab keterlambatan adalah kemacetan total akibat kecelakaan lalu lintas yang tak terduga.

  • Aksi Onoda berlari menuju ruang rapat viral dan memicu diskusi tentang kedisiplinan Jepang.

Namun, pemandangan mencolok terlihat ketika kamera menyorot barisan kursi yang telah disediakan bagi para pejabat.

Satu kursi yang seharusnya ditempati oleh Menteri Keamanan Ekonomi masih tampak kosong melongpong saat itu.

Kekosongan ini menjadi bukti nyata keterlambatan Onoda di tengah kedisiplinan tinggi para kolega menteri lainnya.

Setelah pertemuan kenegaraan tersebut berakhir, Onoda tidak menghindar dan langsung memberikan penjelasan resmi kepada media.

Ia merasa perlu meluruskan situasi yang menyebabkannya gagal hadir tepat waktu dalam agenda penting pemerintahan tersebut.

Onoda mengungkapkan bahwa ada faktor eksternal yang menghambat perjalanannya menuju kantor perdana menteri pagi itu.

Ia terjebak dalam situasi jalan raya yang tidak kondusif akibat adanya insiden kecelakaan yang sangat mendadak.

Kepada para jurnalis, sang menteri menjelaskan situasi pelik yang dialaminya saat berada di dalam kendaraan taksi.

Politisi ini menyatakan dirinya "terjebak dalam kemacetan lalu lintas karena ada kecelakaan mendadak sehingga (kendaraan) tidak bisa bergerak," ujarnya.

Baca Juga: Istana Geser ke Hambalang? Prabowo Panggil Para Jenderal dan Menteri Rapat Maraton di Rumah Pribadi

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keterlambatannya murni disebabkan oleh faktor di luar kendali pribadinya sebagai pejabat publik.

Insiden ini menjadi refleksi mendalam mengenai betapa sakralnya nilai ketepatan waktu dalam budaya masyarakat di Jepang.

Bagi mereka, keterlambatan sekecil apa pun sering kali dipandang sebagai bentuk perilaku yang kurang sopan.

Kepatuhan terhadap jadwal bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk integritas diri yang dijunjung tinggi oleh setiap individu.

Meskipun Onoda terlambat, banyak warga yang justru memberikan pembelaan dan apresiasi atas etos kerjanya selama ini.

Dukungan mengalir di media sosial X yang menyebutkan bahwa Onoda biasanya selalu hadir jauh sebelum acara dimulai.

Seorang pengguna media sosial memberikan testimoni mengenai kebiasaan positif sang menteri dalam menjalankan tugas sehari-hari.

"Terlambat 5 menit Menteri Keamanan Ekonomi Onoda jelas disebabkan oleh kondisi tak terduga, kemacetan lalu lintas disebabkan oleh kecelakaan di jalan raya. Faktanya, kebiasaannya datang 15 hingga 20 menit lebih awal menunjukkan rasa tanggung jawabnya yang besar," kata seorang pengguna X.

Komentar tersebut menegaskan bahwa keterlambatan lima menit ini merupakan pengecualian dari gaya hidupnya yang sangat disiplin.

Masyarakat melihat bahwa permintaan maaf yang dilakukan Onoda adalah bentuk kerendahan hati seorang pemimpin kepada rakyatnya.

Kejadian ini semakin memperkuat citra Jepang sebagai negara yang paling menghargai setiap detik dalam kehidupan profesional.

Kimi Onoda kini menjadi simbol bagaimana seorang pejabat harus bersikap ketika menghadapi sebuah kegagalan kecil.

Tindakan meminta maaf kepada publik dianggap sebagai standar moral yang tinggi bagi para pemangku kebijakan di sana.

Meskipun hanya lima menit, bagi Onoda dan publik Jepang, hal tersebut tetap merupakan sebuah tanggung jawab besar.

Kini video aksinya berlari menuju ruang rapat tetap menjadi pengingat tentang pentingnya dedikasi dalam melayani negara.

Peristiwa ini pun sukses menarik perhatian dunia internasional mengenai standar disiplin yang diterapkan di negeri Sakura.

Load More