-
Bangladesh menutup universitas lebih awal guna menghemat listrik akibat krisis energi global.
-
Pembatasan penjualan BBM harian diberlakukan untuk mengatasi kepanikan warga dan aksi penimbunan.
-
Pemerintah mengalihkan pasokan gas industri ke pembangkit listrik demi mencegah pemadaman massal.
Sistem penjatahan ini diberlakukan secara ketat untuk memastikan pemilik kendaraan roda dua dan roda empat tidak menimbun sisa stok.
Kondisi Sektor Industri dan Impor LNG
Bangladesh berada dalam posisi rentan karena sekitar 95 persen kebutuhan minyak dan 70 persen kebutuhan gasnya bergantung pada impor.
Gangguan pada jalur ekspor minyak di Timur Tengah menyebabkan harga energi di pasar internasional melonjak ke angka yang sulit dijangkau.
Kekurangan gas yang sangat ekstrem bahkan telah mengakibatkan empat dari lima pabrik pupuk milik negara terpaksa berhenti beroperasi total.
Pemerintah memilih mengalihkan sisa stok gas yang ada ke sektor pembangkit listrik demi menghindari pemadaman total secara nasional.
Demi menjaga ketersediaan energi, Bangladesh terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli gas alam cair (LNG) dari pasar spot.
Enam kapal pengangkut bahan bakar dilporkan telah bersandar di Pelabuhan Chattogram untuk sedikit melonggarkan tekanan krisis di dalam negeri.
Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa ada lima kapal tambahan yang membawa muatan diesel dan LPG sedang dalam perjalanan menuju Bangladesh.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Mulai Meroket, BBM Indonesia Kapan Naik?
Para pengamat mengingatkan bahwa penutupan universitas dalam jangka panjang dapat merugikan kalender akademik mahasiswa jika situasi energi tidak segera pulih.
Seluruh institusi pendidikan direncanakan kembali beroperasi normal setelah Idulfitri dengan catatan kondisi pasokan energi global mulai menunjukkan stabilitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April