-
Rudal Tomahawk AS menghantam pangkalan militer Iran yang mengakibatkan 168 warga sipil tewas.
-
Analisis video mengonfirmasi penggunaan senjata presisi Amerika Serikat di dekat sekolah dasar Minab.
-
Pemerintah Amerika Serikat sedang menginvestigasi kemungkinan kesalahan teknis dalam serangan fatal tersebut.
Namun, sumber tersebut menegaskan bahwa tidak ada niat sengaja untuk menjadikan fasilitas sekolah sebagai sasaran tembak utama.
Kesalahan teknis diduga menjadi penyebab mengapa proyektil tersebut memberikan dampak destruktif ke bangunan di sekitarnya.
Di sisi lain, pihak Tel Aviv melalui sumber pemerintahannya membantah terlibat dalam operasi militer di titik tersebut.
Militer Israel mengklaim tidak memiliki unit yang beroperasi di wilayah yang berdekatan dengan sekolah putri tersebut.
Pihak Iran sendiri secara tegas melemparkan tuduhan kepada aliansi Amerika Serikat dan Israel atas tragedi berdarah ini.
Berdasarkan tinjauan visual, terdapat sebuah klinik kesehatan milik Angkatan Laut IRGC yang hancur berkeping-keping.
Jarak antara fasilitas medis militer tersebut hanya terpaut sekitar 200 meter dari bangunan sekolah dasar.
Rekaman menunjukkan bahwa sebelum Tomahawk menghantam, kepulan asap tebal sudah terlihat di area komplek militer tersebut.
Hal ini menandakan bahwa wilayah Minab telah menjadi target gempuran bertubi-tubi dalam sebuah rangkaian operasi.
Baca Juga: Demi Jaga Hukum Internasional, Puan Desak PBB Segera Bertindak Atasi Konflik AS-Israel Vs Iran
Wes Bryant, seorang mantan personel Angkatan Udara AS, turut memvalidasi bahwa objek dalam video memang merupakan rudal jelajah.
Analisis dari Bryant menyebutkan bahwa serangan berulang di komplek IRGC menunjukkan sebuah skema operasi yang terencana.
"Menunjukkan sebuah operasi AS yang disengaja dan presisi," tambah Bryant dalam tinjauan teknisnya terhadap bukti video yang ada.
Pakar dari Armament Research Services juga meragukan jika kerusakan masif tersebut berasal dari persenjataan milik Teheran.
Rudal buatan lokal Iran umumnya tidak dibekali dengan hulu ledak yang memiliki daya ledak sekuat Tomahawk.
Sementara itu, Jenderal Dan Caine mengonfirmasi penggunaan perdana Tomahawk dalam operasi serangan di wilayah sayap selatan.
Pentagon sempat menunjukkan peta strategi perang 100 jam pertama yang mencantumkan kawasan Minab sebagai salah satu objektif.
Meski demikian, proses verifikasi fakta di lapangan menghadapi kendala besar akibat pemutusan akses jaringan internet.
Pemerintah Iran juga memperketat ruang gerak bagi jurnalis asing untuk melakukan peliputan secara independen di lokasi.
Sekolah dasar putri di Minab sendiri tercatat memiliki total 264 siswi yang terdaftar sebelum insiden terjadi.
Hingga kini, tim investigasi masih bekerja untuk menyusun kesimpulan akhir mengenai siapa yang paling bertanggung jawab.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa peninjauan ulang terhadap insiden di sekolah putri tersebut sedang berjalan.
"Kami sedang menyelidikinya. Tentu saja, kami tidak pernah menargetkan sasaran sipil. Tetapi kami sedang meninjau dan menyelidikinya," ungkap Hegseth.
Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah membidik sekolah secara sengaja.
Rubio menyarankan agar semua pertanyaan teknis diarahkan langsung kepada Departemen Perang yang memiliki otoritas penuh.
Gedung Putih sendiri terus memantau perkembangan penyelidikan guna memastikan fakta-fakta di balik kematian ratusan warga sipil ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Donald Trump Pede Akan Umumkan Kemenangan Mutlak Perang dengan Iran
-
DPR Bersiap Sahkan RUU Polri Hari Ini, Keputusan Final Ditentukan di Paripurna
-
Jual Mobil Demi Keliling Dunia, Pesepeda Wanita Iran Ini Ungkap Rahasia Bahagia Lewat 'Slow Life'
-
Ayatollah Mojtaba Khamenei: Rezim Zionis Goyang, Tunggu Beberapa Hari Lagi Berakhir
-
Berapa Korban Gempa Filipina? Ini Update Terbaru Per 9 Juni 2026
-
Bos Maktour Kembali Dipanggil KPK Usai Anak Buahnya Ditahan
-
Kilang Petrokimia Mahshahr Iran Jadi Sasaran Rudal Balasan Zionis Israel
-
12 Korupsi Sepanjang Tahun 2026: Rasuah Merajalela, Terbaru Bupati Muara Enim
-
Krisis Pascagempa Filipina, Warga Mindanao Bertahan di Tengah Pemadaman Listrik Massal
-
KPK Lebih Dulu Selidiki Kasus Korupsi MBG Sebelum Kejagung Tetapkan Tersangka