-
Iran bersiap meratakan kota Israel menggunakan rudal dengan hulu ledak minimal satu ton.
-
Garda Revolusi Iran menolak negosiasi dan menegaskan kendali penuh atas akhir masa peperangan.
-
Rudal hipersonik Iran terbukti mampu menembus sistem pertahanan Iron Dome dan THAAD milik AS.
Suara.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah mencapai level baru setelah militer Iran mengeluarkan ancaman yang sangat serius.
Pemerintah Iran berkomitmen untuk mengintensifkan serangan udara guna menghancurkan kota-kota besar di wilayah Israel secara total.
Target utama dari operasi penghancuran masif ini mencakup pusat pemerintahan dan ekonomi di Tel Aviv.
Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Hossein Majid, memberikan pernyataan tegas terkait perubahan strategi persenjataan mereka.
Hossein Majid mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghentikan penggunaan proyektil dengan daya ledak yang relatif kecil.
Pihak militer kini hanya akan mengerahkan rudal yang membawa hulu ledak dengan berat minimal satu ton.
Langkah ini diambil untuk memastikan dampak kerusakan yang maksimal di wilayah kedaulatan Israel dan sekitarnya.
Seluruh cadangan persenjataan berat milik Teheran kabarnya telah disiapkan untuk melakukan gempuran berskala besar.
Berdasarkan laporan dari Middle East Monitor, Majid menyebut sasaran tembak tidak hanya terbatas pada area domestik Israel.
Baca Juga: Kelakuan Zionis! Diam-diam Israel Tebang Ratusan Pohon Zaitun, Kenapa Gak Pohon Gharqad?
Fasilitas militer milik Amerika Serikat yang beroperasi di penjuru Timur Tengah juga masuk dalam daftar target.
Sebelumnya, IRGC telah membuktikan kapabilitas mereka melalui peluncuran sejumlah rudal balistik kelas berat yang sangat canggih.
Berbagai jenis senjata mematikan seperti rudal hipersonik Ghadr, Emad, dan Fattah telah dikirim menuju sasaran.
Bahkan rudal jenis Kheibar turut dilibatkan dalam operasi militer bertajuk "Operation True Promise 4" tersebut.
Laporan dari Irib News mencatat bahwa teknologi canggih ini mampu menembus lapisan pertahanan udara yang sangat ketat.
Sistem proteksi canggih seperti Iron Dome hingga teknologi THAAD milik Amerika Serikat gagal membendung laju rudal.
Setelah berhasil menembus pertahanan, proyektil-proyektil tersebut menghujam titik-titik vital di daratan Israel dengan presisi tinggi.
Kini, fokus utama Teheran adalah mengerahkan seluruh kekuatan rudal berat untuk meratakan infrastruktur militer lawan.
Aksi serangan yang semakin gencar ini merupakan bentuk nyata dari janji setia Garda Revolusi Iran.
IRGC menegaskan bahwa mereka tidak akan memberikan celah sedikit pun untuk melakukan proses diplomasi atau negosiasi.
Sikap keras ini sekaligus menjadi respons langsung terhadap pernyataan politik yang dikeluarkan oleh Presiden AS, Donald Trump.
Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa konflik bersenjata di wilayah Iran sedang menuju babak penyelesaian akhir.
Ia juga menyatakan bahwa durasi peperangan sangat bergantung pada kesepakatan antara dirinya dan Benjamin Netanyahu.
Namun, pihak IRGC dengan cepat membantah narasi tersebut dengan menegaskan otoritas penuh mereka di lapangan.
Pihak Iran menyatakan secara terbuka bahwa keputusan untuk menghentikan kontak senjata mutlak berada di tangan mereka.
"Kamilah yang akan menentukan akhir perang," demikian pernyataan IRGC pada Selasa (10/3), seperti dikutip AFP.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Iran tidak merasa terikat dengan tekanan politik dari pihak Barat maupun sekutunya.
Mereka merasa memiliki supremasi militer yang cukup untuk mendikte jalannya konflik di masa yang akan datang.
Klaim ini mempertegas posisi tawar Iran yang semakin kuat di tengah dinamika keamanan global yang tidak menentu.
Kini dunia menunggu langkah selanjutnya dari kedua belah pihak yang terus bersitegang di jalur militer.
Kesiapan penggunaan hulu ledak satu ton menjadi sinyal bahwa eskalasi besar mungkin saja terjadi sewaktu-waktu.
Dampaknya tentu akan memengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan tidak hanya di Timur Tengah namun juga dunia.
Seluruh mata tertuju pada bagaimana sistem pertahanan internasional merespons ancaman penggunaan rudal hipersonik ini.
Iran nampaknya sudah sangat siap dengan segala konsekuensi dari operasi militer jangka panjang yang mereka jalankan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran