- Rumor penyebutan Netanyahu diselundupkan ke Berlin memicu demonstrasi di Jerman menuntut penangkapan berdasarkan hukum internasional.
- Otoritas Jerman membantah keras keberadaan Perdana Menteri Israel tersebut, menyatakan pesawat hanya singgah karena alasan teknis.
- Bukti foto resmi menunjukkan Netanyahu tetap beraktivitas di Israel untuk membantah spekulasi pelarian akibat ancaman keamanan.
Suara.com - Jagat media sosial baru-baru ini digemparkan oleh rumor yang menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah diselundupkan keluar dari negaranya.
Kabar yang beredar luas tersebut mengklaim bahwa pemimpin Israel itu kini tengah bersembunyi di dalam sebuah bungker rahasia di Berlin, Jerman.
Spekulasi ini muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional dan ancaman keamanan yang menyasar sang perdana menteri secara langsung.
Klaim mengenai pelarian Netanyahu ini bermula setelah platform pelacakan radar penerbangan memperlihatkan aktivitas yang tidak biasa.
Pesawat resmi pemerintah Israel, yang dikenal dengan nama Wing of Zion, terpantau mendarat di Bandara Brandenburg, Berlin, pada Sabtu (7/3) malam waktu setempat.
Kehadiran pesawat kepresidenan di wilayah udara Eropa ini langsung memicu gelombang spekulasi di kalangan netizen dan pengamat politik internasional.
Unggahan yang memuat klaim pelarian Netanyahu tersebut bahkan telah ditonton lebih dari 1,5 juta kali di berbagai platform digital.
Narasi yang berkembang menyebutkan bahwa pria berusia 76 tahun itu sengaja dilarikan ke luar negeri untuk menghindari ancaman serangan atau sebagai langkah pengamanan tingkat tinggi.
Beberapa akun bahkan secara spesifik menyebutkan bahwa Netanyahu kini berada di suatu lokasi rahasia di bawah tanah Jerman.
Baca Juga: Borok Israel Terungkap, Rezim Zionis Diduga Tutup-tutupi Kehancuran dan Korban Jiwa Serangan Iran
Reaksi Massa dan Tuntutan Penangkapan di Jerman
Rumor ini tidak hanya berhenti di ruang digital, tetapi juga memicu aksi nyata di lapangan. Di Jerman, kabar keberadaan Netanyahu memicu aksi massa yang cukup signifikan.
Para demonstran turun ke jalan menuntut pemerintah Jerman untuk bertindak tegas jika benar sang pemimpin Israel berada di wilayah kedaulatan mereka. Protes tersebut didasari pada status hukum Netanyahu di mata internasional saat ini.
Keberadaan Netanyahu di Jerman dianggap melanggar Pasal 7 Status Roma. Massa menuntut agar pihak berwenang Jerman segera melakukan penangkapan terhadap Netanyahu.
Hal ini berkaitan erat dengan keputusan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang telah menetapkan Netanyahu sebagai sosok yang bertanggung jawab atas dugaan kejahatan kemanusiaan dan perang.
Tindakan brutal yang terjadi di Jalur Gaza, Palestina, menjadi dasar utama penetapan status tersebut oleh ICC.
Berita Terkait
-
Borok Israel Terungkap, Rezim Zionis Diduga Tutup-tutupi Kehancuran dan Korban Jiwa Serangan Iran
-
Eks Jenderal AS Ungkap Bahaya Nyata Ranjau Iran bagi Kapal Tanker di Selat Hormuz
-
Dicap Pengkhianat, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dapat Visa Australia
-
Ironi! Pilot Perempuan Israel Dianggap Simbol Feminisme, Ribuan Wanita Gaza Berjuang Hidup
-
Selat Hormuz Jadi Jalur Neraka di Iran, Meleng Dikit Pindah Alam
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hijau di Iklan, Abu-Abu dalam Aksi: Bahaya Fenomena Greenwashing
-
Ulasan Bloody Flower: Ketika Pembunuh Jadi Harapan Terakhir Banyak Orang
-
Daya Beli Lesu, Kelas Menengah Pilih Beli Beras Ketimbang Cicil Rumah
-
Cabai Rawit Tembus Rp54 Ribu, Cek Daftar Harga Pangan yang Naik Hari Ini
-
Pelaku Kekerasan Anak Justru Orang Terdekat, Plan Indonesia Ungkap Data Miris
-
5 Serum Flek Hitam yang Aman Digunakan Setiap Hari, Ampuh Cerahkan Kulit Mulai Rp20 Ribu
-
Suarakan Kesetaraan, Run for Equality 2026 Sukses Digelar di Senayan Park
-
Susul Kesuksesan The Grey, Netflix Garap Parasyte: Tamiya yang Tayang 2027
-
Dari Diskusi hingga Wall of Hope, LINTAS Dorong Masyarakat Peduli Masa Depan Transportasi Umum
-
6 Rekomendasi Parfum Aroma Susu yang Creamy dan Bikin Ketagihan