-
Militer Iran meminta warga regional mengungkap lokasi persembunyian tentara AS demi akurasi serangan.
-
Jenderal Shekarchi menuduh AS-Israel menggunakan warga sipil sebagai tameng hidup dalam konflik kawasan.
-
Teheran menjanjikan balasan mematikan atas serangan yang menewaskan warga sipil dan menargetkan ibu kota.
Suara.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah memasuki babak baru setelah pihak militer Teheran mengeluarkan instruksi terbuka yang tidak biasa bagi penduduk muslim umat Islam di kawasan Timur Tengah.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, secara resmi meminta umat Muslim dan negara-negara tetangga untuk membantu mengidentifikasi posisi militer musuh.
Target utama yang dibidik oleh Teheran adalah titik-titik koordinat serta aset tempur milik Amerika Serikat dan Israel yang tersebar di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil dengan dalih untuk mempermudah unit tempur Iran dalam meluncurkan serangan yang jauh lebih presisi dibandingkan sebelumnya.
Shekarchi berpendapat bahwa keterbukaan informasi mengenai lokasi persembunyian musuh akan berimplikasi langsung pada keselamatan warga sipil di sekitar area konflik.
Dalam sebuah pernyataan resmi, sang Jenderal menekankan pentingnya kerja sama masyarakat sipil untuk menghindari jatuhnya korban yang tidak diinginkan.
Beliau menyampaikan pesan yang sangat spesifik kepada seluruh komunitas Muslim agar segera melaporkan keberadaan pasukan asing tersebut kepada pihak Teheran.
“Saya mengimbau umat Muslim di kawasan ini dan negara-negara di kawasan ini untuk menunjukkan kepada kami tempat persembunyian pasukan AS dan Zionis agar mereka sendiri tidak celaka, dan agar kami dapat menyerang mereka dengan lebih akurat," ujar Shekarchi, dikutip dari Jerusalem Post.
Pihak berwenang Iran menilai bahwa kehadiran pangkalan militer asing di tengah pemukiman merupakan bentuk taktik licik yang merugikan masyarakat setempat.
Baca Juga: Dicap Pengkhianat, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dapat Visa Australia
Shekarchi bahkan melontarkan tuduhan serius bahwa Washington dan Tel Aviv sengaja memanfaatkan penduduk lokal sebagai pelindung operasional mereka.
Lebih lanjut, juru bicara tersebut menegaskan bahwa identifikasi lokasi musuh adalah satu-satunya jalan menuju kemerdekaan regional dari pengaruh Barat.
Militer Iran berjanji bahwa dengan hancurnya titik-titik kekuatan asing tersebut, masyarakat tidak lagi harus hidup di bawah bayang-bayang ancaman militer.
"Dengan cara ini, masyarakat di kawasan ini akan aman dari hantaman keras angkatan bersenjata kami, dan kami juga dapat membebaskan masyarakat ini dari Amerika Serikat dan Israel,” tambah Shekarchi.
Ia meyakini bahwa kolaborasi antara warga dan militer Iran akan menciptakan stabilitas keamanan jangka panjang yang selama ini terganggu.
Selain itu, Shekarchi mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan perlindungan atau bantuan apa pun kepada personel militer Amerika yang bertugas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Jabatan Kapolri Kini Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden, Ini Bunyi Pasal Terbaru UU Polri
-
Kantongi 5 Alat Bukti, Bareskrim Polri Jerat Founder PT DSI Sebagai Tersangka Baru
-
Nama Pimpinan Masuk Polemik Kasus BGN, KPK Klarifikasi Yayasan Fitroh Tak Terkait Dapur MBG
-
Nama Fitroh Disebut Masuk BAP Kasus MBG, KPK Tegaskan Pimpinannya Tak Kenal Sony Sonjaya
-
Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya di Kasus Korupsi MBG
-
Pemerintah Diminta Tidak Perkeruh Ekonomi dengan Regulasi yang Membingungkan
-
Prabowo Jawab Kritik Sering ke Luar Negeri: Dulu Pak Jokowi Jarang Lawatan Juga Disalahkan
-
BTN JAKIM 2026 Hadirkan Race Expo di Balai Kartini dengan Promo Menarik dan Brand Ternama
-
Pemerintah Persilakan Kejagung Usut Siapapun Terlibat Korupsi BGN, Tak Peduli Jabatannya
-
Uang Pengganti Membengkak Jadi Rp13,4 Triliun, Kerry Riza Tak Terima dan Ajukan Kasasi