News / Internasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 04:34 WIB
Ketegangan di perbatasan utara Israel kembali memanas setelah kelompok bersenjata Hizbullah menembakkan rentetan roket ke wilayah Israel. [Channel 14]
Baca 10 detik
  • Hizbullah menembakkan roket ke Israel, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan, yang dibalas Israel dengan serangan udara ke Lebanon.
  • Israel menyerang infrastruktur Hizbullah di Lebanon, termasuk Dahieh, Beirut, dan diklaim berhasil menewaskan anggota kelompok tersebut.
  • IRGC Iran mengancam terus menyerang pangkalan AS dan Israel sampai kedua pihak menyerah total atas konflik regional ini.

“Kehadiran di dekat infrastruktur militer Hizbullah membahayakan Anda dan keluarga Anda.”

Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran menegaskan akan terus menyerang pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah hingga ancaman perang terhadap Iran berakhir.

Garda elit Iran itu bahkan menyatakan hanya memikirkan satu tujuan, Amerika Serikat dan Israel menyerah total.

“Kami hanya memikirkan penyerahan total musuh,” kata IRGC dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui media mereka, Sepah News.

Pernyataan tersebut muncul di tengah eskalasi konflik regional antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Garda Revolusi Iran mengklaim gelombang serangan ke-38 yang diluncurkan Selasa malam menargetkan pangkalan militer AS Al-Udairi di Kuwait.

Mereka menyebut lebih dari 100 tentara harus dilarikan ke rumah sakit akibat serangan tersebut.

Selain itu, Iran juga mengaku menyerang infrastruktur angkatan laut AS di Pelabuhan Mina Salman, Bahrain, yang menjadi markas US Fifth Fleet.

Target lain termasuk pangkalan udara Ali Al-Salem dan pangkalan laut Mohammed Al-Ahmad di Kuwait.

Baca Juga: Spanyol Tarik Permanen Dubes dari Israel, Ketegangan Diplomatik Makin Memanas

Kontributor: M.Faqih

Load More