-
Dinas Rahasia menangkap pengemudi van yang menabrak barikade keamanan di area Gedung Putih.
-
Militer Iran mengancam akan menghancurkan bank milik Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah.
-
Mojtaba Khamenei resmi menjadi pemimpin tertinggi Iran menggantikan mendiang Ayatollah Ali Khamenei.
Insiden di Washington ini terjadi saat konfrontasi senjata antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran kian membara.
Aksi saling gempur antara kedua kubu telah berlangsung secara intensif sejak akhir Februari lalu.
Teheran melakukan serangan balasan yang menyasar berbagai aset penting milik Amerika Serikat di Timur Tengah.
Pertempuran hebat ini telah menelan korban jiwa yang sangat besar hingga mencapai angka ribuan orang.
Kondisi sosiopolitik di wilayah konflik tersebut saat ini berada dalam titik nadir yang sangat mengkhawatirkan.
Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kini mulai membidik sektor finansial milik lawan mereka.
Langkah ini diambil sebagai bentuk protes keras setelah fasilitas perbankan di Teheran hancur dibombardir.
Komando operasi militer pusat Khatam Al Anbiya menegaskan target utama mereka kini mencakup perbankan Israel.
"Musuh sudah memberi kebebasan kita untuk menyasar pusat-pusat ekonomi dan bank yang terkait Amerika Serikat dan rezim zionis," demikian pernyataan militer Iran.
Baca Juga: Detik-detik Rudal Iran Hantam Israel: 5 Jam Hening, Sirene Berbunyi, Duaarrr!
Warga sipil di Timur Tengah pun diminta segera menjauhi area yang terafiliasi dengan aset ekonomi Amerika.
Krisis ini memuncak setelah serangan udara menghancurkan bank-bank di Teheran pada Selasa malam yang lalu.
Tragedi tersebut mengakibatkan banyak warga sipil kehilangan nyawa dan memicu kemarahan besar dari pihak militer.
Konflik berdarah ini bermula dari gugurnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan gabungan sebelumnya.
Majelis Ahli Iran telah bergerak cepat untuk mengisi kekosongan kekuasaan di tengah situasi perang tersebut.
Mojtaba Khamenei akhirnya resmi terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru untuk memimpin perlawanan terhadap blok barat.
Ambisi utama dari operasi militer Amerika Serikat dan Israel adalah melakukan perubahan rezim di Iran.
Selain itu mereka berfokus pada penghancuran total program nuklir serta teknologi rudal balistik milik Teheran.
Namun misi tersebut menghadapi tantangan besar karena pengaruh kepemimpinan ulama sudah sangat mengakar di masyarakat.
Hingga kini ketegangan di Washington DC dan Timur Tengah masih menjadi perhatian utama dunia internasional.
Publik menanti langkah diplomasi selanjutnya guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa dalam perang ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!