- Mabes TNI merespons surat telegram mutasi jabatan yang memvalidasi Pangdam Jaya menjadi jenderal bintang tiga.
- Jabatan Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI diaktifkan kembali setelah sempat dibubarkan sejak tahun 2001.
- Mutasi ini merupakan hal rutin untuk pembinaan karier prajurit dan pemenuhan kebutuhan organisasi TNI.
Suara.com - Mabes TNI merespons beredarnya surat telegram (ST) terkait mutasi sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI. Dalam ST tersebut muncul dua hal yang menjadi sorotan, yakni validasi jabatan Pangdam Jaya menjadi jenderal bintang tiga serta diaktifkannya kembali jabatan Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI yang sempat dibubarkan sejak 2001.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah menegaskan mutasi dan penataan jabatan di tubuh TNI merupakan hal yang rutin dilakukan dalam rangka pembinaan karier prajurit sekaligus kebutuhan organisasi.
“Mutasi jabatan di tubuh TNI merupakan hal yang biasa, dalam rangka pembinaan karier Prajurit dan kebutuhan organisasi,” kata Aulia kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
Dalam surat telegram tersebut, jabatan Pangdam Jaya/Jayakarta divalidasi menjadi posisi yang dijabat perwira tinggi berpangkat bintang tiga atau Letnan Jenderal. Selain itu, jabatan Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI kembali diaktifkan setelah lebih dari dua dekade tidak ada dalam struktur organisasi.
Menurut Aulia, langkah tersebut dilakukan agar organisasi TNI tetap mampu menjawab tantangan tugas yang terus berkembang.
“Setiap keputusan diambil berdasarkan pertimbangan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI,” katanya.
Dalam ST itu, sejumlah perwira tinggi dan menengah turut mengalami rotasi jabatan. Di antaranya Mayjen TNI Deddy Suryadi yang tetap menjabat Pangdam Jaya dengan status validasi organisasi, serta Letjen TNI Bambang Trisnohadi yang bergeser dari Pangkogabwilhan III menjadi Kaster TNI.
Rotasi juga terjadi pada posisi Pangdam dan jabatan strategis lain, seperti Mayjen TNI Lucky Avianto yang ditunjuk sebagai Pangkogabwilhan III menggantikan Bambang Trisnohadi. Sementara Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia dipercaya menjabat Pangdam XXIV/Maybrat.
Selain itu, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang ditunjuk sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih menggantikan Mayjen TNI Amrin Ibrahim yang bergeser menjadi Tenaga Ahli Pengajar Bidang Strategi di Lemhannas.
Baca Juga: Gerak Cepat Jenderal Maruli, TNI AD Bangun 40 Jembatan di Aceh, Ini Lokasi Lengkapnya
Pergantian juga menyasar sejumlah posisi penting lain seperti Kapuskesad, Kasdam, hingga beberapa komandan resor militer (Danrem) dan pejabat di lingkungan Badan Intelijen Negara (BIN).
Aulia mengatakan mutasi tersebut menjadi bagian dari langkah penataan organisasi dan penyegaran struktur kepemimpinan di tubuh TNI, sekaligus menyesuaikan kebutuhan strategis dalam menghadapi dinamika tugas ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Segera Lepas Dolar Anda! Dasco Wanti-wanti Agar Tak Rugi Minggu Depan
-
Disperindag Gelar WIITEX 2026: Perkuat Posisi Produk Teh, Kopi, dan Kakao Jabar di Pasar Global
-
Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
-
Mengapa Krisis Iklim Tak Selesai Saat Dunia Capai Net-Zero Emission? Studi Ungkap Penjelasannya
-
504 Kepala Daerah Korup Sejak 2005, Mengapa Dana Banpol Tak Mampu Memperbaiki Kualitas Politik?
-
Menaker Serahkan Dokumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO, Wujudkan Pesan Presiden Prabowo
-
Malam Hari, Bupati Muara Enim Nonaktif Edison Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap BPK
-
Kejagung Rampungkan Penggeledahan di Enam Lokasi Terkait Kasus Dugaan Korupsi MBG
-
Hadiri Perayaan Ulang Tahun Raja Charles III, Mendagri Tito Apresiasi Kemitraan Indonesia - Inggris
-
62 Dapur MBG di Kabupaten Tangerang Berhenti Beroperasi Sementara, Tunggu Pencairan Anggaran