- Rudal Tomahawk AS mengenai sekolah dasar di Minab, Iran, pada 28 Februari 2026 akibat kesalahan penentuan koordinat target.
- Investigasi awal AS menunjukkan kesalahan penggunaan data lama dari DIA oleh perwira CENTCOM, menyebabkan 165 korban jiwa.
- Iran menyalahkan AS dan Israel, sementara Israel membantah keterlibatan dalam serangan yang mengenai target sipil tersebut.
Suara.com - Hasil investigasi militer Amerika Serikat (menyebutkan bahwa rudal Tomahawk milik AS mengenai sekolah dasar di Minab, Iran akibat kesalahan dalam penentuan target.
Laporan The New York Times yang mengutip pejabat Amerika Serikat pada Rabu (11/3/2026) menyebutkan bahwa penyelidikan atas serangan pada 28 Februari masih berjalan.
Namun, temuan awal mengindikasikan bahwa pihak Amerika Serikat bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Laporan yang mengutip sumber anonim yang mengetahui jalannya penyelidikan, juga melaporkan bahwa militer AS secara tidak sengaja menyerang sekolah yang berada di kota Minab.
Serangan itu menewaskan sedikitnya 165 orang, dengan mayoritas korban merupakan anak-anak.
Menurut laporan The Times, para perwira di United States Central Command menyusun koordinat target serangan dengan menggunakan data lama yang disediakan oleh Defense Intelligence Agency.
Para penyelidik kini masih menelusuri alasan mengapa informasi yang sudah usang tersebut dipakai dalam perencanaan operasi serta siapa pihak yang gagal melakukan verifikasi terhadap data tersebut.
Media tersebut juga menyebutkan bahwa sekolah yang menjadi sasaran berada di blok yang sama dengan bangunan yang digunakan oleh angkatan laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Awalnya gedung sekolah tersebut memang merupakan bagian dari pangkalan militer. Namun, bangunan yang kemudian digunakan sebagai sekolah telah dipagari dan dipisahkan dari kompleks militer antara tahun 2013 hingga 2016.
Baca Juga: Iran Resmi Mundur, Indonesia Sebaiknya Tak Ambil Kesempatan Meski Ada Peluang untuk Gantikan
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas serangan yang mengenai sekolah tersebut.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan bahwa Iran kemungkinan bertanggung jawab atas insiden tersebut, meskipun negara itu tidak memiliki rudal Tomahawk.
Meski demikian, ia kemudian menyatakan akan menerima apa pun hasil akhir dari proses penyelidikan.
Sementara itu, Israel secara konsisten membantah memiliki keterlibatan ataupun pengetahuan terkait serangan tersebut.
Adapun Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pekan lalu menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan dengan sengaja menargetkan fasilitas pendidikan seperti sekolah.
Berita Terkait
-
Pakar Militer: Perang Modern Bukan Sekadar Senjata Canggih, Ini Rahasia Ketangguhan Iran Hadapi AS
-
Timnas Indonesia Disebut Media Inggris saat Bahas Keputusan AS soal Iran di Piala Dunia 2026
-
Benjamin Netanyahu Pernah Dikabarkan Tewas saat Rapat: Kena Rudal Iran Bertubi-tubi
-
Blunder Pejabat AS, Iran Tertawakan Klaim Bohong Antek Zionis Berani Masuk Selat Hormuz
-
India Kiamat Makanan Panas karena Perang AS - Iran, Rakyatnya Dilarang Ngopi
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Menilik Strategi Kementerian PU Amankan Jalur Utama Jakarta Menuju Selatan Jawa Demi Mudik Lancar
-
Tim Yaqut Minta Penundaan Pemeriksaan, KPK Belum Terima Surat
-
15 Pakar Hukum Tegaskan Perkara Pertamina Murni Hubungan Bisnis, Bukan Tindak Pidana Korupsi
-
Rismon Ikut Jejak Eggi Sudjana Ajukan RJ di Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tak Mundur 0,1 Persen!
-
Instruksi Siaga 1 TNI Dinilai Wajar, Slamet Ginting: Bukan Persiapan Perang
-
DPR Mulai Proses 3 Surpres: RUU Perlindungan Saksi, Keamanan Siber, hingga CEPA Kanada
-
Pemerintah Terbitkan Pedoman AI untuk Pendidikan, Siswa SD-SMA Dilarang Pakai ChatGPT
-
Pemerintah Terbitkan SKB 7 Menteri soal Penggunaan AI di Pendidikan, Atur Batasan Berdasarkan Usia
-
Harga Energi Global Terus Dipantau, Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi APBN Tetap Terkendali
-
Perang Makin Menggila! Kapal Tanker Minyak Mentah Dekat Iran Dibom Hingga Meledak Hebat, 1 Tewas