- Pakar drone militer AS, Brett Velicovich, memperingatkan Iran mampu melancarkan serangan mematikan ke California kapan saja.
- Velicovich menekankan AS sangat rentan karena Iran menguasai teknologi drone jarak jauh seperti Shahed-136.
- Target potensial ancaman drone mencakup pusat populasi dan infrastruktur, bukan hanya instalasi militer Amerika.
Suara.com - Seorang pakar drone militer Amerika Serikat memperingatkan bahwa Iran bisa melancarkan serangan mematikan ke California kapan saja.
Mantan analis intelijen Angkatan Darat AS, Brett Velicovich, menyebut Amerika saat ini berada dalam kondisi sangat rentan terhadap ancaman serangan drone jarak jauh.
Velicovich mengatakan Iran memiliki teknologi dan kemampuan untuk meluncurkan serangan dari jarak ribuan kilometer.
Velicovich menilai peringatan yang sebelumnya dikeluarkan oleh FBI menunjukkan bahwa ancaman tersebut nyata.
“Kami sangat rentan terhadap serangan drone. Kami belum siap menghadapi ini,” kata Velicovich dilansir dari NY Post.
Ia menambahkan bahwa musuh Amerika kemungkinan besar sedang mencoba mencari cara menyerang wilayah AS menggunakan pesawat tanpa awak.
Menurutnya, Iran memiliki ribuan drone serang yang bisa dikendalikan dari jarak jauh.
Salah satu yang dikhawatirkan adalah drone kamikaze seperti Shahed-136 loitering munition atau HESA Shahed 136 yang mampu terbang ratusan kilometer sebelum menghantam target.
Velicovich menjelaskan serangan bisa dilakukan dari kapal di lepas pantai atau bahkan dari kapal tanpa awak.
“Anda tidak perlu manusia di dekatnya. Drone bisa diluncurkan dari kapal ribuan kilometer jauhnya,” ujarnya.
Ia juga memperingatkan bahwa target potensial bukan hanya fasilitas militer.
“Pusat populasi, infrastruktur, pelabuhan, bahkan acara olahraga bisa menjadi sasaran untuk menimbulkan ketakutan besar,” kata Velicovich.
Pihak kepolisian di Los Angeles memastikan terus memantau situasi bersama pemerintah federal.
Dalam pernyataan resmi, mereka menegaskan belum ada ancaman spesifik, tetapi koordinasi keamanan ditingkatkan sejak konflik di Timur Tengah memanas.
Velicovich menegaskan tidak ada satu solusi tunggal untuk menghadapi ancaman drone.
Berita Terkait
-
Iran Tak Juga Tumbang, Trump Dipukul Kasus Lama: Skandal Penipuan Rp7 T Masuki Babak Baru
-
Investigasi Militer Amerika Akui Kesalahan Fatal: Rudal Tomahawk Hantam Sekolah di Iran
-
Iran Resmi Mundur, Indonesia Sebaiknya Tak Ambil Kesempatan Meski Ada Peluang untuk Gantikan
-
Pakar Militer: Perang Modern Bukan Sekadar Senjata Canggih, Ini Rahasia Ketangguhan Iran Hadapi AS
-
Timnas Indonesia Disebut Media Inggris saat Bahas Keputusan AS soal Iran di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Eks Pilot F-16 Bongkar Skenario Kudeta CIA dan Mossad di Iran
-
Antisipasi Krisis Global, Banggar DPR Minta Pemerintah Sisir Program Tak Mendesak di APBN 2026
-
Refly Harun Soroti Permohonan RJ Rismon di Kasus Ijazah Jokowi: Kehendak Bebas atau Ada Tekanan?
-
Iran Tak Juga Tumbang, Trump Dipukul Kasus Lama: Skandal Penipuan Rp7 T Masuki Babak Baru
-
Gus Yaqut Datangi Kantor KPK untuk Kasus Haji, Siap Ditahan?
-
Menilik Strategi Kementerian PU Amankan Jalur Utama Jakarta Menuju Selatan Jawa Demi Mudik Lancar
-
Tim Yaqut Minta Penundaan Pemeriksaan, KPK Belum Terima Surat
-
Investigasi Militer Amerika Akui Kesalahan Fatal: Rudal Tomahawk Hantam Sekolah di Iran
-
15 Pakar Hukum Tegaskan Perkara Pertamina Murni Hubungan Bisnis, Bukan Tindak Pidana Korupsi
-
Rismon Ikut Jejak Eggi Sudjana Ajukan RJ di Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tak Mundur 0,1 Persen!