-
Pasukan perempuan Kurdi bersiap menyerang Iran dari markas rahasia di bawah tanah Irak.
-
Donald Trump menyatakan enggan memperumit konflik dengan melibatkan etnis Kurdi dalam perang darat.
-
Kelompok PJAK menuntut kebebasan dan berakhirnya penindasan rezim Iran melalui jalur revolusi bersenjata.
Motivasi utama para petempur ini adalah melawan sejarah panjang penindasan yang dialami etnis Kurdi.
Perempuan muda ini merasa tidak memiliki pilihan lain selain bergabung dalam barisan perlawanan bersenjata.
Banyak anggota baru terinspirasi oleh gerakan protes yang dipicu kematian tragis Mahsa Amini.
Aksi pembangkangan sipil di sekolah-sekolah kini bertransformasi menjadi kesiapan tempur di garis depan.
Fasilitas bawah tanah mereka berfungsi sebagai benteng pertahanan yang dilengkapi logistik dan amunisi lengkap.
Partai Hidup Merdeka Kurdistan atau PJAK menjadi organisasi yang paling menonjol dalam mobilisasi massa ini.
Meskipun jumlah personel dirahasiakan, kekuatan mereka dianggap cukup signifikan untuk mengancam stabilitas rezim Teheran.
"Perang ini sudah lama diperkirakan," kata Gelawej Ewrin yang kini menjabat sebagai juru bicara kelompok.
Ewrin telah menghabiskan separuh usianya di pegunungan tanpa pernah bertemu keluarga demi sebuah visi.
Baca Juga: Menghitung Amunisi Perang AS, Israel dan Iran, Siapa Duluan Habis?
Kelompok oposisi berharap keruntuhan rezim bisa membawa demokrasi sejati bagi seluruh rakyat di Iran.
Namun, terdapat kekhawatiran besar mengenai potensi pecahnya perang saudara yang bisa menghancurkan stabilitas nasional.
"Perang saudara adalah sesuatu yang kami harap tidak terjadi," ujar Ewrin dalam sebuah pernyataan terbuka.
Rakyat Kurdi yang mencakup sepuluh persen populasi Iran menuntut pengakuan hak yang selama ini diabaikan.
Keberhasilan pergerakan ini sangat bergantung pada perkembangan situasi keamanan dalam beberapa hari ke depan.
Oposisi Kurdi menyatakan tidak akan gegabah dalam mengambil langkah serangan darat tanpa jaminan keamanan.
Dukungan dari Angkatan Udara Amerika Serikat dianggap sebagai faktor kunci keberhasilan misi militer mereka nanti.
Kekuatan militer Iran yang masih solid menjadi tantangan besar yang bisa berakibat fatal bagi petempur.
Para pemimpin koalisi saat ini memilih untuk tetap waspada sambil memantau setiap pergerakan lawan.
Masa depan Kurdistan Iran kini berada di persimpangan jalan antara revolusi bersenjata atau masa transisi.
Bagi para gerilyawan perempuan, tujuan akhir dari perjuangan panjang ini adalah meraih kebebasan mutlak.
"Pertarungan saya adalah untuk menjamin masa depan yang bebas bagi generasi Kurdi berikutnya," kata Delal.
Dokter gigi yang kini menjadi petempur tersebut telah bersiap di posisi terdekat dengan garis perbatasan.
Ketidakpastian masih menyelimuti durasi dan hasil akhir dari konflik yang mungkin segera meletus ini.
Dunia kini menanti apakah kekuatan gabungan ini mampu mengubah peta politik di wilayah Timur Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng
-
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru
-
Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya
-
Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate
-
Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!
-
Komplotan Buzzer Diciduk Polda Metro Jaya, Rp220 Juta Hasil Pembayaran Disita
-
Hasil Babak Pertama: Mitchell Baker Gemilang, Timnas Indonesia Unggul 3-0
-
Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor