- IRGC Iran mengancam memblokir total Selat Hormus, memicu kekhawatiran harga minyak melonjak drastis.
- Selat Hormus, jalur 20 persen pasokan minyak dunia, terancam sebabkan krisis pengiriman berkepanjangan.
- IEA merilis 400 juta barel cadangan darurat, sementara PBB menyoroti hambatan bantuan kemanusiaan kritis.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global. Iran melalui pasukan elit Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan tidak akan membiarkan “seperliter pun” minyak melewati Selat Hormus.
Pernyataan keras ini muncul di tengah perang AS–Israel melawan Iran yang sudah berlangsung sejak akhir Februari, dan langsung memicu kekhawatiran harga minyak bisa melonjak hingga 200 dolar AS per barel.
Iran Tutup Selat Hormus
Melalui Al Jazeera, Juru bicara IRGC menyebut kapal-kapal yang terkait dengan Amerika Serikat, Israel, maupun sekutu mereka akan dianggap sebagai target sah.
“Harga minyak bergantung pada keamanan regional, dan kalian adalah sumber utama ketidakamanan,” tegasnya.
Selat Hormus sendiri adalah jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Penutupan jalur ini, ditambah perlambatan produksi di beberapa negara Teluk, membuat pasar energi semakin tidak stabil.
Dalam sepekan terakhir, harga minyak berfluktuasi tajam, dipicu serangan rudal dan drone Iran ke berbagai titik di Timur Tengah.
Situasi semakin panas setelah tiga kapal, termasuk satu kargo berbendera Thailand, dilaporkan terkena serangan di dekat Oman. Meski berisiko, Presiden AS Donald Trump tetap mendorong kapal-kapal untuk melintas.
Ia menyebut jalur itu akan segera aman, meski banyak pihak menilai ancaman Iran tidak bisa dianggap enteng.
Baca Juga: Iran Bebas Ekspor Minyak ke China saat 6 kapal Tanker Dibom di Selat Hormuz, Kok Trump Diam Saja?
Dunia Cari Jalan Keluar, IEA Lepas Cadangan Darurat
Krisis ini membuat negara-negara besar bergerak cepat. Badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan pelepasan 400 juta barel minyak dari cadangan darurat 32 negara anggotanya. Langkah ini diharapkan bisa menahan lonjakan harga, meski IEA menegaskan solusi utama tetap pada dibukanya kembali Selat Hormus.
Eropa disebut menghadapi ancaman krisis energi besar jika jalur itu tidak segera normal. Christian Bueger, pakar keamanan maritim dari Universitas Copenhagen, menyebut industri pelayaran saat ini “mustahil” melewati Selat Hormus.
Jika tidak ada sinyal positif, dunia bisa menghadapi krisis pengiriman yang berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Beberapa negara sudah menyiapkan langkah konkret. Jepang, yang 70 persen impor minyaknya melewati Selat Hormus, akan melepas sekitar 80 juta barel dari cadangan nasional dan swasta mulai Senin. Austria dan Jerman juga menyatakan siap membuka sebagian cadangan darurat mereka.
Sementara itu, PBB mengingatkan dampak kemanusiaan dari penutupan jalur ini. Bantuan ke Afrika Sub-Sahara terhambat, membuat jutaan orang berisiko tidak mendapat pasokan penting.
“Kita sedang menghadapi momen berbahaya,” kata Tom Fletcher, pejabat bantuan PBB, yang mendesak semua pihak memberi pengecualian bagi jalur bantuan kemanusiaan.
Berita Terkait
-
Iran Bebas Ekspor Minyak ke China saat 6 kapal Tanker Dibom di Selat Hormuz, Kok Trump Diam Saja?
-
Konflik di Timur Tengah, Puan Maharani Dorong Ibadah Haji Tetap Diupayakan dengan Mitigasi Ketat
-
Geopolitik Memanas, Status Siaga 1 TNI Belum Punya Batas Waktu
-
Iran Rusak Sistem Keamanan Udara Israel, Rezim Zionis Kocar-kacir Sulit Halau Rudal 'Kiamat'
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek