Beberapa hari setelah kejadian, polisi Norwegia berhasil menangkap tiga pria bersaudara yang diduga terlibat dalam serangan tersebut.
Ketiganya merupakan warga negara Norwegia yang memiliki latar belakang keluarga dari Irak.
Para tersangka berusia sekitar 20-an tahun dan sebelumnya tidak pernah tercatat dalam kasus kriminal.
Polisi menduga salah satu dari mereka menanam bom, sementara dua lainnya diduga membantu merencanakan aksi tersebut.
4. Diduga Berkaitan dengan Motif Terorisme
Otoritas Norwegia menyatakan bahwa kasus ini sedang diselidiki sebagai dugaan aksi terorisme. Hal ini dinilai wajar mengingat target serangan adalah fasilitas diplomatik Amerika Serikat.
Selain itu, penyidik juga mempertimbangkan berbagai kemungkinan lain, termasuk potensi keterlibatan pihak luar atau kelompok tertentu yang memiliki kepentingan politik.
Hingga kini, motif pasti dari serangan tersebut masih terus diselidiki oleh aparat keamanan.
5. Tidak Ada Korban Jiwa, Tapi Keamanan Ditingkatkan
Baca Juga: Indonesia-Norwegia Luncurkan Small Grant Periode IV, Dukung FOLU Net Sink 2030
Walau ledakan tidak menimbulkan korban, insiden ini tetap memicu peningkatan kewaspadaan keamanan di sejumlah fasilitas diplomatik.
Pemerintah Norwegia dan pihak Amerika Serikat bekerja sama untuk menyelidiki insiden tersebut secara menyeluruh.
Otoritas juga menegaskan bahwa penangkapan para tersangka merupakan langkah penting dalam mengungkap jaringan atau motif di balik serangan itu.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Indonesia-Norwegia Luncurkan Small Grant Periode IV, Dukung FOLU Net Sink 2030
-
Hubungan Putri Kerajaan Norwegia dengan Epstein, Sebut 'Predator Seks' Sosok Menawan
-
Gelontorkan Rp1,07 Triliun, Rekan Haaland Jadi Pembelian Termahal Crystal Palace dalam Sejarah
-
Deretan Fakta Menarik Klub Kota Nelayan Bodo/Glimt, Berpotensi Hadapi Real Madrid di Babak Playoff
-
Film Sentimental Value: Testament Penting Hubungan Manusia yang Mendalam
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
AS Bunuh Ali Khamenei, Menteri Olahraga Iran: Kami Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
Terkini
-
Trafik Tol Jogja-Solo Diprediksi Naik 8 Persen Saat Mudik, Parameter Pengalihan Arus Disiapkan
-
AS Diduga Kuat Dalangi Pengeboman Sekolah Dasar Perempuan Iran tapi Trump Berkilah, Ini 5 Faktanya
-
Kapolri Wanti-wanti Lonjakan Pemudik, 143,9 Juta Orang Diprediksi Bergerak Saat Lebaran
-
Kali Kedua Rapat Bareng Presiden, Hasan Nasbi Hadir di Istana, Sinyal Comeback ke Kabinet?
-
5 Fakta Al-Aqsa Diblokade Israel saat Ramadan: Pancing Amarah Negara Muslim
-
Jalur Pantura Weleri-Kendal Diperkuat Beton Rigid demi Mudik Aman
-
Lantunkan Shalawat, Banser Dukung Gus Yaqut di KPK: Kami Tak Terima Kader Terbaik NU Dikriminalisasi
-
Kakorlantas Ingatkan Pemudik: Mudik Itu Rindu, Jangan Terburu-buru!
-
Iran Terus "Cekik" Selat Hormuz, Harga Minyak Ditaksir Tembus 200 Dolar AS per Barel
-
Rudal AS Bunuh 170 Siswi dan Guru Iran, PBB Masih Ada atau Sudah Bubar Sih?