Suara.com - Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada 2026 memicu berbagai tragedi kemanusiaan. Salah satu peristiwa paling menghebohkan adalah serangan terhadap sebuah sekolah dasar perempuan di kota Minab, Iran selatan.
Insiden tersebut memicu kemarahan global karena sebagian besar korban adalah anak-anak yang sedang berada di kelas saat serangan terjadi.
Kontroversi semakin memanas ketika laporan investigasi awal menunjukkan kemungkinan keterlibatan militer Amerika Serikat.
Namun saat ditanya wartawan mengenai temuan tersebut, Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, justru memberikan jawaban yang mengejutkan: ia mengaku tidak mengetahui laporan tersebut.
Lantas, apa sebenarnya yang terjadi? Berikut 5 fakta penting tentang kasus pengeboman sekolah di Iran dan respons Trump yang memicu perdebatan dunia seperti Suara.com rangkum dari Al Jazeera.
1. Serangan Terjadi Saat Jam Sekolah dan Menewaskan Banyak Anak
Serangan terjadi pada 28 Februari 2026 ketika sebuah rudal menghantam Sekolah Dasar Perempuan Shajareh Tayyebeh di Minab, provinsi Hormozgan. Saat itu kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Menurut berbagai laporan, lebih dari 150 hingga 170 orang tewas, sebagian besar adalah siswa perempuan dan staf sekolah.
Serangan ini disebut sebagai salah satu insiden paling mematikan terhadap fasilitas pendidikan selama konflik Iran 2026. Rekaman video dan foto dari lokasi memperlihatkan bangunan sekolah yang hancur total, sementara tim penyelamat berusaha mengevakuasi korban dari reruntuhan.
2. Dugaan Rudal Amerika Serikat Menjadi Penyebab
Baca Juga: 5 Fakta Kedubes AS Dibom di Oslo, Tiga Bersaudara Ditangkap Polisi
Investigasi awal dari beberapa sumber intelijen menyebutkan bahwa rudal Tomahawk milik Amerika Serikat kemungkinan menjadi penyebab ledakan tersebut. Menurut laporan tersebut, target sebenarnya diduga adalah fasilitas militer milik Garda Revolusi Iran (IRGC) yang berada di dekat lokasi sekolah. Namun kesalahan data intelijen yang sudah usang diduga menyebabkan rudal menghantam sekolah.
Beberapa analisis citra satelit dan video juga memperkuat dugaan bahwa rudal berasal dari sistem senjata Barat yang digunakan dalam operasi militer Amerika Serikat.
3. Trump Mengaku “Tidak Tahu” Saat Ditanya Soal Laporan Investigasi
Kontroversi semakin memanas ketika wartawan menanyakan laporan internal militer yang menyebut kemungkinan keterlibatan AS. Dalam pernyataannya kepada media, Donald Trump mengatakan ia tidak mengetahui laporan tersebut dan belum melihat hasil investigasi militer. Pernyataan itu memicu kritik karena banyak pihak menilai presiden seharusnya mengetahui informasi penting terkait operasi militer negaranya.
Sebelumnya, Trump bahkan sempat menyalahkan Iran atas serangan tersebut, sebelum kemudian menyatakan akan menunggu hasil penyelidikan resmi Pentagon.
4. Pemerintah AS dan Pentagon Masih Melakukan Penyelidikan
Berita Terkait
-
5 Fakta Kedubes AS Dibom di Oslo, Tiga Bersaudara Ditangkap Polisi
-
Rudal AS Bunuh 170 Siswi dan Guru Iran, PBB Masih Ada atau Sudah Bubar Sih?
-
Iran Bebas Ekspor Minyak ke China saat 6 kapal Tanker Dibom di Selat Hormuz, Kok Trump Diam Saja?
-
AS Bunuh Ali Khamenei, Menteri Olahraga Iran: Kami Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Bongkar Dampak Buruk Reklamasi di Pulau Serangan, DPR Minta Penghentian Sementara Seluruh Aktivitas!
-
Murni Penembakan atau Siasat Trump? Republik Tuduh Partai Demokrat sebagai Biang Kerok
-
Kapal Tanker Dibajak di Somalia, 4 WNI Jadi Tawanan
-
Analisis: Kenapa Perang 40 Hari Justru Perkuat Posisi Iran di Mata Dunia?
-
Gerak-gerik Mencurigakan Wanita Rambut Pirang Saat Penembakan Donald Trump, Ada yang Aneh
-
Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha
-
Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi
-
Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat
-
Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak
-
Bom Meledak di Bus Kolombia Hingga Ciptakan Kawah Besar, 20 Orang Tewas