-
Militer Iran meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan udara Palmachim dan Ovda Israel.
-
Pasukan Quds bersumpah melakukan pembalasan tanpa henti hingga musuh mereka benar-benar terkalahkan.
-
Serangan ini menyasar markas besar Shin Bet sebagai balasan atas agresi bulan lalu.
Ketegangan semakin memuncak saat Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan peringatan keras bagi para lawannya.
Mereka menegaskan bahwa aksi militer ini bukanlah akhir, melainkan awal dari fase pembalasan yang jauh lebih intens.
Unit elite Iran ini berkomitmen untuk terus memberikan tekanan militer selama agresi lawan masih terus berlangsung di kawasan.
Pasukan Quds bersumpah untuk "membuka pintu api bagi mereka dan tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan."
Narasi ini menunjukkan bahwa peluang diplomasi untuk mendinginkan suasana saat ini terlihat sangat kecil dan penuh hambatan.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (11/3) waktu setempat, Pasukan Quds menyebut serangan AS-Israel terhadap Republik Islam itu yang dimulai pada 28 Februari lalu, sebagai pelanggaran hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.
Argumen moral dan hukum ini digunakan Iran untuk melegitimasi aksi balasan mereka di hadapan masyarakat dunia secara global.
Sejak akhir Februari lalu, intensitas pertempuran udara antara kedua belah pihak memang menunjukkan tren peningkatan yang sangat signifikan.
Dunia internasional kini menaruh perhatian penuh pada bagaimana Israel akan merespons gempuran drone yang menyasar markas Shin Bet.
Baca Juga: Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri
Publik khawatir jika aksi saling balas ini akan memicu perang terbuka yang lebih luas dan melibatkan banyak negara.
Hingga saat ini, proses identifikasi kerusakan dan korban akibat ledakan di Yerusalem masih terus dilakukan oleh otoritas setempat.
Pangkalan Palmachim dan Ovda merupakan tulang punggung bagi operasional angkatan udara Israel dalam melakukan pengawasan rutin harian.
Keberhasilan drone Iran menjangkau titik-titik ini menjadi sinyal merah bagi efektivitas payung udara yang selama ini dibanggakan.
Masyarakat sipil diinstruksikan untuk tetap waspada dan mengikuti arahan keselamatan dari komando garis belakang militer Israel setiap saat.
Langit Yerusalem yang biasanya tenang kini berubah menjadi zona pertempuran teknologi rudal dan sistem pertahanan udara yang sangat canggih.
Situasi di Timur Tengah saat ini berada pada titik nadir yang sangat berbahaya bagi stabilitas keamanan energi global.
Setiap serangan baru yang diluncurkan akan memicu reaksi berantai dari sekutu masing-masing pihak yang bertikai di medan laga.
Amerika Serikat sendiri belum memberikan pernyataan resmi terbaru terkait serangan drone yang juga mengancam aset-aset militer mereka.
Namun, kehadiran armada perang di laut sekitar menunjukkan bahwa Washington siap melakukan intervensi jika situasi dianggap semakin tidak terkendali.
Publik hanya bisa berharap agar konflik ini tidak berujung pada kehancuran total yang merugikan semua pihak tanpa terkecuali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Prabowo Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Plt Gubernur BI
-
Gubernur Jatim & Deputi Bank Indonesia Lepas Gowes Nusantara 2026 HUT ke-73 BI, Apresiasi Sinergitas
-
Mengapa Pengunduran Diri Gubernur BI Diumumkan Orang Istana , Di Mana Perry Warjiyo?
-
Gubernur Sulsel Ground Breaking Ruas Rantepao-Pangala-Baruppu
-
Prabowo Sebut PDIP Sehati, Hasto Ungkap Titah Megawati: Kader Pantang Jadi Buzzer Penyerang
-
Drama Teach You a Lesson, Aksi Agen BPHP dalam Menumpas Kejahatan Remaja
-
Siswa Sekolah Rakyat Semarakkan Ajang Jember Fashion Carnaval 2026
-
Bentrok PSHT vs Ormas Maluku Satu Rasa di Surabaya, 3 Orang Terluka
-
Maut di Tikungan Gelap: Perjalanan Terakhir Andre Saputra di Arus Irigasi Batanghari
-
Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri