-
Lawrence Wilkerson memperingatkan potensi penggunaan senjata nuklir oleh Benjamin Netanyahu dalam perang Iran.
-
Infrastruktur militer Amerika Serikat di Timur Tengah mengalami kehancuran parah akibat konfrontasi tersebut.
-
Penutupan Selat Bab al-Mandeb oleh Houthi mengancam lumpuhnya stabilitas ekonomi dan pangan global.
Suara.com - Situasi di Timur Tengah perang Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini memasuki babak paling krusial pada hari kesebelas ketegangan bersenjata yang melibatkan banyak pihak. Situasi diambang perang nuklir.
Kolonel Purnawirawan Lawrence Wilkerson menyampaikan sebuah peringatan yang sangat mengkhawatirkan terkait arah konflik yang sedang berlangsung saat ini.
Mantan pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat tersebut menyoroti langkah ekstrem yang mungkin diambil oleh pucuk pimpinan Israel.
Ia meyakini bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memiliki tendensi untuk mengaktifkan persenjataan nuklir dalam menghadapi gempuran dari pihak Teheran.
Kekhawatiran ini muncul seiring dengan meningkatnya intensitas serangan yang membuat stabilitas keamanan di wilayah tersebut semakin berada di ujung tanduk.
Wilkerson mengamati adanya komunikasi internal di lingkaran pemerintah Israel yang menunjukkan kesiapan untuk melakukan serangan dalam skala masif.
Kesiapan ini dianggap sebagai respon terhadap potensi ancaman yang lebih besar dari kemampuan militer Iran yang belum dikeluarkan sepenuhnya.
"Saya yakin Netanyahu siap menggunakan senjata nuklir jika situasi di lapangan menjadi tidak terkendali, karena Iran bahkan belum mulai meluncurkan rudal-rudal paling canggih mereka," ujar Wilkerson.
Menurutnya, langkah nekat ini menjadi opsi bagi Israel jika konfrontasi militer terus memanas tanpa ada tanda-tanda deeskalasi dalam waktu dekat.
Baca Juga: Kapal Tanker Meledak Kena Serangan Iran, Harga Minyak Kembali 'Mendidih'
Intervensi nuklir dipandang sebagai ancaman nyata yang bisa mengubah peta kekuatan dunia dan menghancurkan tatanan kemanusiaan di kawasan tersebut.
Di sisi lain, Wilkerson juga melemparkan kecaman pedas terhadap kebijakan luar negeri yang diambil oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.
Ia menuduh Amerika Serikat telah melakukan serangkaian tindakan yang melampaui batas hukum internasional selama sepuluh hari terakhir masa peperangan.
Target operasi militer yang menyasar fasilitas sipil seperti area pemukiman dan sekolah menjadi sorotan utama dalam kritiknya terhadap Washington.
Bahkan serangan terhadap infrastruktur energi Iran telah menyebabkan bencana polusi udara yang berdampak pada kesehatan jutaan warga sipil di sana.
Wilkerson menegaskan bahwa agresi ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap konstitusi karena mengabaikan kedaulatan negara lain tanpa pertimbangan yang matang.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Perang Nuklir di Ambang Pintu, Siap-siap Negara Ini Hilang dari Peta Dunia
-
DUAAARRRR Ledakan Besar Terdengar di Kota Yerusalem, Hujan Rudal Kiamat Iran Makin Brutal
-
Iran Simpan Bahan Baku Senjata Kiamat di Dalam Tanah, Akhir Dunia Sudah di Depan Mata
-
Air Minum Jakarta Bakal Bisa 'Dipanen' Langsung dari Udara
-
Prabowo Berikan 90.000 Hektare Izin Pemanfaatan Hutan untuk Konservasi Gajah Sumatra
-
Aktivis Internasional Apresiasi Prabowo Jadi Presiden Paling Peduli Konservasi Gajah
-
KPK Ungkap Dugaan Uang Fee Haji Dipakai untuk Kondisikan Pansus DPR, Libatkan Gus Yaqut
-
Usai Gus Yaqut Pakai Rompi Oranye, Giliran Gus Alex yang Akan Diperiksa KPK Pekan Depan
-
Sengketa Hotel Sultan Memanas, Hamdan Zoelva Laporkan Ketua PN Jakpus dan PT DKI ke Komisi Yudisial
-
Bareskrim Tangkap Bandar Narkoba Jaringan Ko Erwin di Pontianak, Kini Buru Otaknya The Doctor