- Kepala Desa Purwasaba Banjarnegara dikeroyok puluhan orang usai menolak pembatalan hasil seleksi perangkat desa.
- Insiden kekerasan terjadi pada Selasa (11/3/2026) saat kepala desa hendak meninggalkan Balai Desa Purwasaba.
- Kepala Desa berencana melapor ke Propam Mabes Polri atas pengeroyokan dan sikap aparat kepolisian setempat.
"Kapolsek Mandiraja mengusir dengan tegas temen-temen saya yang paling sepuluh orang, dan bilang suruh disikat... Sementara dari LSM ratusan orang tidak disuruh keluar," keluhnya.
4. Menolak Batalkan Hasil Seleksi Demi Keadilan
Meski di bawah tekanan massa dan ancaman fisik, Hoho Alkaf menegaskan tidak akan melanggar aturan.
Ia tetap pada pendiriannya untuk melantik peserta dengan nilai tertinggi sesuai mekanisme yang berlaku.
"Justru kita akan zalim, kita akan salah kalau kita tidak melantik orang yang sudah mendapatkan nilai tinggi," tegas Hoho.
Ia meminta dukungan dari Camat hingga Bupati Banjarnegara agar tetap berpegang pada regulasi yang ada.
5. Bakal Lapor ke Propam Mabes Polri
Tak terima dengan perlakuan yang dialaminya serta dugaan pembiaran oleh oknum aparat, Hoho Alkaf berencana membawa kasus ini ke jalur hukum yang lebih tinggi.
Ia meminta keadilan secara terbuka kepada petinggi Polri.
Baca Juga: Pengeroyokan Sopir Truk oleh Petugas Bea Cukai Batam, Komisi III DPR: Tangkap Semua Pelaku!
"Ah, ini Kapolsek Mandiraja maksudnya apa? Tolong kepada Bapak Kapolres Banjarnegara, Bapak Kapolda Jawa Tengah, Propam Polda Jawa Tengah, Bapak Kapolri, Propam Mabes Polri, saya minta keadilan," pungkasnya.
Melalui akun Instagram pribadinya @hoho_alkaff, ia juga sempat menyentil oknum-oknum yang ia sebut sebagai "pasukan sakit hati" yang diduga menunggangi aksi tersebut untuk kepentingan pribadi.
Hingga kini, publik masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan pengeroyokan tersebut.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Buntut Kasus Undip, DPR Akan Evaluasi Total Permendikbudristek Soal Kekerasan
-
Aksi Brutal di Kemang: 4 Pria Diduga Mabuk Ngamuk di Kafe, Pengunjung dan Karyawan Babak Belur
-
Vonis Kasus Tristan: 7 Pemuda Sleman Dihukum 8-10 Tahun, Cegah Klitih atau Murni Penganiayaan?
-
Pengeroyokan Sopir Truk oleh Petugas Bea Cukai Batam, Komisi III DPR: Tangkap Semua Pelaku!
-
Kutuk Keras Pengeroyokan Wasit di Rembang, Exco PSSI Desak PSIR Didiskualifikasi
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
BGN Tak Toleransi Pelanggaran, SPPG Bermasalah Disetop Insentif
-
Stasiun Bekasi Timur Masih Ditutup, Bangkai Gerbong KRL Belum Dipindahkan
-
Dampak Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Dunia Makin Krisis Pasokan Minyak Mentah?
-
Menghitung Biaya 76 Tahun Perang AS dari Korea hingga Iran: Tembus Triliunan Dolar
-
Mengejutkan! UEA Keluar dari OPEC
-
Langgar Izin Tinggal, 2 WNA China Dipulangkan Lewat Bandara Juanda
-
Pejabat Inggris Sindir Israel Sekutu Spesial Amerika saat Pertemuan Trump - Raja Charles, Maksudnya?
-
Israel Langgar Gencatan Senjata, Bunuh 3 Tim Medis di Lebanon
-
Smart Home, Calm Soul, Cara Generasi Muda Atur Isi Rumah di Shopee 5.5 Mega Elektronik Sale
-
Tentara Israel Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan di Tepi Barat Diaktifkan Kembali