News / Nasional
Jum'at, 13 Maret 2026 | 11:50 WIB
Kades Hoho Alkaf dikeroyok. (Instagram/hoho_alkaff)
Baca 10 detik
  • Kepala Desa Purwasaba Banjarnegara dikeroyok puluhan orang usai menolak pembatalan hasil seleksi perangkat desa.
  • Insiden kekerasan terjadi pada Selasa (11/3/2026) saat kepala desa hendak meninggalkan Balai Desa Purwasaba.
  • Kepala Desa berencana melapor ke Propam Mabes Polri atas pengeroyokan dan sikap aparat kepolisian setempat.

"Kapolsek Mandiraja mengusir dengan tegas temen-temen saya yang paling sepuluh orang, dan bilang suruh disikat... Sementara dari LSM ratusan orang tidak disuruh keluar," keluhnya.

4. Menolak Batalkan Hasil Seleksi Demi Keadilan

Meski di bawah tekanan massa dan ancaman fisik, Hoho Alkaf menegaskan tidak akan melanggar aturan.

Ia tetap pada pendiriannya untuk melantik peserta dengan nilai tertinggi sesuai mekanisme yang berlaku.

"Justru kita akan zalim, kita akan salah kalau kita tidak melantik orang yang sudah mendapatkan nilai tinggi," tegas Hoho.

Ia meminta dukungan dari Camat hingga Bupati Banjarnegara agar tetap berpegang pada regulasi yang ada.

5. Bakal Lapor ke Propam Mabes Polri

Tak terima dengan perlakuan yang dialaminya serta dugaan pembiaran oleh oknum aparat, Hoho Alkaf berencana membawa kasus ini ke jalur hukum yang lebih tinggi.

Ia meminta keadilan secara terbuka kepada petinggi Polri.

Baca Juga: Pengeroyokan Sopir Truk oleh Petugas Bea Cukai Batam, Komisi III DPR: Tangkap Semua Pelaku!

"Ah, ini Kapolsek Mandiraja maksudnya apa? Tolong kepada Bapak Kapolres Banjarnegara, Bapak Kapolda Jawa Tengah, Propam Polda Jawa Tengah, Bapak Kapolri, Propam Mabes Polri, saya minta keadilan," pungkasnya.

Melalui akun Instagram pribadinya @hoho_alkaff, ia juga sempat menyentil oknum-oknum yang ia sebut sebagai "pasukan sakit hati" yang diduga menunggangi aksi tersebut untuk kepentingan pribadi.

Hingga kini, publik masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan pengeroyokan tersebut.

Reporter: Dinda Pramesti K

Load More