- Empat pria tak dikenal diduga mabuk menyerang membabi buta karyawan dan pengunjung kafe di Kemang pada Senin (16/2/2025) dini hari.
- Serangan brutal tersebut menyebabkan korban menderita luka lebam serius dan mengakibatkan kerusakan parah pada fasilitas kafe tersebut.
- Para korban telah resmi melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan dan melampirkan visum sebagai bukti untuk penangkapan pelaku.
Suara.com - Suasana tenang di sebuah kafe kopi kawasan Kemang, Jakarta Selatan, mendadak mencekam pada Senin (16/2/2025) subuh. Empat orang pria tak dikenal yang diduga dalam kondisi mabuk melakukan serangan membabi buta terhadap karyawan dan pengunjung yang berada di lokasi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB itu menyisakan trauma mendalam bagi para korban. Anggun, salah satu korban yang berada di lokasi, menceritakan detik-detik mengerikan saat para pelaku datang dan mulai mengamuk.
"Pada Senin (16/2) jam 04.30 WIB pagi telah terjadi penganiayaan terhadap kami oleh orang yang tidak dikenal," kata Anggun kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Menurut Anggun, para pelaku diduga kuat di bawah pengaruh alkohol. Tanpa alasan yang jelas, mereka menyerang siapa saja yang ada di hadapan mereka dengan brutal.
"Salah satunya adalah kami yang menjadi korban pemukulan," ungkapnya.
Akibat aksi kekerasan tersebut, Anggun dan rekan-rekannya mengalami luka-luka serius. Para korban menderita luka lebam di sekujur tubuh, mulai dari bagian badan, kepala, hingga kaki yang mengeluarkan darah akibat benturan fisik.
Tak hanya menyasar manusia, amukan para pelaku juga menyasar fasilitas kafe. Sejumlah properti di kedai kopi tersebut dilaporkan rusak parah akibat aksi anarkis tersebut.
Tak tinggal diam, para korban telah resmi melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Selatan. Mereka berharap pihak kepolisian segera meringkus para pelaku yang telah bertindak semena-mena. Sebagai memperkuat laporan, korban juga telah melampirkan hasil visum medis.
"Kita sudah melapor dan ada bukti visumnya agar segera bisa ditindaklanjuti dan pelaku tersebut bisa cepat ditangkap dan mendapat hukumannya," tegas Anggun.
Baca Juga: Drama Tetangga: Teriakkan Suara Drum Berujung Pengeroyokan, Korban Malah Jadi Terlapor
Hingga saat ini, pihak kepolisian dilaporkan tengah mendalami laporan tersebut dan memburu keempat pelaku yang melarikan diri usai kejadian. (Antara)
Berita Terkait
-
Vonis Kasus Tristan: 7 Pemuda Sleman Dihukum 8-10 Tahun, Cegah Klitih atau Murni Penganiayaan?
-
Pengeroyokan Sopir Truk oleh Petugas Bea Cukai Batam, Komisi III DPR: Tangkap Semua Pelaku!
-
Kutuk Keras Pengeroyokan Wasit di Rembang, Exco PSSI Desak PSIR Didiskualifikasi
-
Drama Tetangga: Teriakkan Suara Drum Berujung Pengeroyokan, Korban Malah Jadi Terlapor
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Begal Bersenpi Ditangkap di Pasar Rebo, Sudah Beraksi di 6 Lokasi Jakarta Timur hingga Bekasi
-
ICW Pertanyakan Komitmen Pemerintah Usai Purbaya Wacanakan Pemutihan Rokok Ilegal
-
Dituntut 5 Tahun Penjara! Ini Dasar KPK Jerat Noel Ebenezer Pakai Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Indonesia Pantau 9 WNI yang Diculik Israel, KBRI Siapkan Skenario Evakuasi Darurat
-
Susul Gus Yaqut, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketua Kesthuri ke Penjara!
-
Peneliti Kembangkan Peta Lokasi PLTS untuk Tekan Konflik Lahan dan Risiko Deforestasi
-
Libatkan 500 TNI, Total 14 Ribu Aparat Gabungan Jaga Titik Demo Harkitnas di DPR hingga Kejagung
-
Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini
-
Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga
-
Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla