-
Benjamin Netanyahu akui serangan ke Iran hasil kerja sama dengan Amerika Serikat dan regional.
-
Hubungan Netanyahu dan Donald Trump diklaim menguat demi ambisi menata ulang stabilitas kawasan.
-
Operasi militer aliansi ini telah menyebabkan jatuhnya puluhan ribu korban jiwa di Timur Tengah.
Suara.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka mulai mengakui keterlibatan negaranya dalam operasi militer ke Iran.
Langkah ofensif ini dilakukan dengan menggandeng kekuatan Amerika Serikat serta melibatkan sejumlah negara di kawasan regional. Hal itu semakin membuat Iran semakin terpojok karena dikepung negara pendukung Israel dan Amerika Serikat.
Netanyahu memandang bahwa aksi militer tersebut merupakan pintu pembuka bagi fase diplomasi baru di Timur Tengah.
Upaya ini diklaim akan memperkuat posisi tawar Israel di mata negara-negara tetangga yang berada di sekitarnya.
Proses penggalangan aliansi tambahan kini sedang gencar dilakukan oleh Netanyahu bersama tim strategis pemerintahannya.
“Saat ini, saya dan tim sedang menjalin aliansi tambahan dengan negara-negara di kawasan ini – aliansi yang beberapa minggu lalu tampaknya tidak terbayangkan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dalam konferensi pers tanpa memberikan rincian lebih mendalam mengenai negara mana saja.
Upaya pembentukan koalisi ini mengingatkan publik pada keberhasilan normalisasi hubungan dalam kesepakatan Abraham Accords masa lalu.
Kala itu pemerintahan Donald Trump menjadi mediator utama yang menyatukan Israel dengan beberapa negara di dunia Arab.
Baca Juga: Boom! Rudal Iran Hantam Israel, Sirene Perang Meraung di Tel Aviv!
Netanyahu memiliki ambisi besar untuk memperluas cakupan perjanjian tersebut menjadi sebuah tatanan regional yang lebih luas.
Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat ke wilayah Iran sangat bergantung pada fasilitas militer di Teluk.
Keberadaan pangkalan militer AS tersebar di berbagai negara seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, dan juga Saudi.
Fasilitas serupa juga ditemukan di Qatar serta Irak yang menjadi titik tumpu kekuatan logistik militer Washington.
Namun pangkalan-pangkalan strategis ini kemudian bertransformasi menjadi target utama bagi serangan balasan dari pihak Iran.
Ketegangan di lapangan terus meningkat seiring dengan intensitas serangan yang terjadi di wilayah kedaulatan Teheran tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Bukan yang di Foto Viral, Ini Rincian Asli Uang Rupiah-Valas yang Disita KPK di Rumah Silmy Karim
-
Polisi: Bundaran HI Wajib Steril dari Demo Mahasiswa agar Jakarta Tak Lumpuh!
-
Belum Sampai Bundaran HI, Aksi Mahasiswa Sudah Diwarnai Bentrokan dengan Aparat
-
Ingatkan Soal PKI hingga RMS, Dudung Tegaskan Pemerintah Prabowo Tak Anti Kritik
-
Indonesia Insurance Summit 2026: Terungkap Tantangan Ganda Asuransi di Indonesia
-
Mahasiswa UI ke Aparat: Kami Bukan KKB, Tolong Jangan Represif!
-
Strategi Barikade TNI-Polri Pecah Massa Mahasiswa, Bundaran HI dan DPR Sepi Orasi
-
Massa Demo Mahasiswa dan Ojol Bersatu Lawan Barikade TNI-Polri Menuju Bundaran HI
-
Terancam Terusir, 71 Jiwa Penghuni Rusun Kemensos Belum Kantongi Kepastian Tempat Tinggal Baru
-
Nasib Tragis Warga Penolak Penambangan Emas Ilegal di Sumbar, Dipukuli Sampai Luka Berat