News / Internasional
Jum'at, 13 Maret 2026 | 23:25 WIB
Serangan teror terjadi di sinagoge di negara bagian Michigan, Amerika Serikat, Kamis (12/3) waktu setempat. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Serangan teror terjadi Kamis (12/3) di Temple Israel, Michigan, saat 140 anak prasekolah berada di lokasi.
  • Pelaku bernama Ayman Mohamad Ghazali menabrakkan mobil berisi bahan peledak, lalu tewas dalam baku tembak.
  • Insiden ini ditangani FBI sebagai kekerasan terarah terhadap komunitas Yahudi; petugas luka akibat asap.

Suara.com - Serangan teror terjadi di sinagoge di negara bagian Michigan, Amerika Serikat, Kamis (12/3) waktu setempat.

Serangan itu terjadi Temple Israel, saat gedung tersebut sedang digunakan untuk kegiatan prasekolah dengan sekitar 140 anak di bawah usia enam tahun.

Pelaku menabrakkan mobil berisi bahan peledak ke pintu masuk sinagoge pada Kamis (12/3) siang waktu setempat.

Beruntung, seluruh siswa dan staf berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa setelah petugas keamanan dan aparat bertindak cepat.

“Jika bukan karena respons heroik mereka, kejadian ini bisa terlihat seperti tragedi Sandy Hook,” kata Gubernur Michigan, Gretchen Whitmer dikutip dari NY Post.

AS Mencekam! Sinagoge di Michigan Ditabrak, Kampus Virginia Ditembaki Eks Tentara [Tangkap layar X]

Ia memuji guru, petugas keamanan, serta aparat lokal dan federal yang disebutnya “bertindak tanpa pamrih untuk menyelamatkan anak-anak.”

Pelaku diidentifikasi sebagai Ayman Mohamad Ghazali, pria berusia 41 tahun warga naturalisasi AS yang menabrakkan kendaraan hingga melukai petugas keamanan.

Penjaga lain kemudian menembak ke arah kendaraan saat mobil terbakar, dan pelaku ditemukan tewas di dalamnya.

Sheriff Oakland County, Mike Bouchard, mengatakan petugas keamanan sempat melawan pelaku.

Baca Juga: Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus

“Keamanan melihatnya dan langsung terlibat baku tembak,” ujarnya dalam konferensi pers dilansir dari Aljazeera.

Menurut FBI, insiden tersebut diduga sebagai aksi kekerasan terarah terhadap komunitas Yahudi.

Agen khusus FBI Detroit, Jennifer Runyan, menegaskan penyelidikan masih berlangsung.

“Kami menangani ini sebagai tindakan kekerasan yang ditargetkan,” katanya.

Sumber penyelidikan menyebut pelaku membawa senapan dan sejumlah proyektil mortir di dalam mobil.

Polisi juga melaporkan sedikitnya 30 petugas darurat harus dirawat akibat menghirup asap saat proses evakuasi.

Load More