- Presiden Prabowo Subianto berencana mengkaji kebijakan negara lain seperti Pakistan dalam menghadapi dampak konflik global.
- Pakistan menerapkan langkah kritis berupa pemotongan hari kerja, WFH 50 persen, dan pemangkasan gaji pejabat negara.
- Pemerintah Indonesia berupaya menjaga defisit APBN agar tidak melebar dan mengatasi kebocoran anggaran negara.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto berencana mengkaji sejumlah kebijakan yang telah diterapkan beberapa negara, seperti Pakistan, dalam menghadapi dampak situasi konflik di Eropa Timur dan Timur Tengah.
Prabowo mencontohkan kebijakan yang kini diterapkan Pakistan. Ia memaparkan langkah-langkah tersebut dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta.
"Ini langkah Pakistan ya, ini hanya sebagai perbandingan. Jadi mereka menganggap ini sudah kritis, sehingga disebut sebagai critical measures, seolah ini bagi mereka seperti kita dulu waktu Covid," kata Prabowo, Jumat (13/3/2026).
Menurut Prabowo, Pakistan saat ini menerapkan sejumlah kebijakan penghematan, mulai dari pemotongan waktu kerja hingga penerapan kerja dari rumah.
"Mereka melaksanakan WFH atau kerja dari rumah untuk semua kantor pemerintah maupun swasta, 50 persen bekerja dari rumah. Kemudian hari kerja mereka dipotong hanya menjadi empat hari," ujarnya.
Tak hanya itu, Pakistan juga menerapkan pemangkasan gaji bagi para pejabat negara. Dana hasil penghematan tersebut kemudian dialihkan untuk membantu kelompok masyarakat paling rentan.
"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet dan anggota DPR. Semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah," kata Prabowo.
Selain itu, Pakistan juga memangkas pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk seluruh kementerian. Pemerintah setempat mewajibkan 60 persen kendaraan dinas tidak digunakan setiap saat sebagai bagian dari upaya efisiensi.
"Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan," lanjutnya.
Baca Juga: Prabowo Minta Pengusaha Batu Bara dan Kelapa Sawit Prioritaskan Kebutuhan Nasional
Dalam menghadapi dampak perang global, Pakistan juga menghentikan seluruh kunjungan dinas ke luar negeri. Pemerintah setempat turut melakukan efisiensi anggaran untuk berbagai kegiatan seremonial seperti acara dan pesta.
"Kemudian semua lembaga pendidikan tinggi mereka pindah ke online, lalu semua sekolah berhenti selama dua minggu, mungkin ini juga terkait menghadapi Idulfitri," kata Prabowo.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa pemaparan mengenai kebijakan Pakistan tersebut hanya sebagai contoh. Namun ia membuka kemungkinan untuk mengkaji penerapan kebijakan serupa di Indonesia.
"Ini hanya contoh ya, ini contoh. Maksud saya, dalam beberapa hari ke depan saya kira kita bisa mengkaji masalah ini. Saya kira kita juga harus mengupayakan agar kita melakukan penghematan," ujarnya.
Jaga Defisit APBN
Di sisi lain, Prabowo meyakini bahwa dalam dua hingga tiga tahun ke depan Indonesia akan menjadi negara yang sangat kuat secara ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Ngopi Bareng Jadi Awal Rencana Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ternyata Ini Motifnya!
-
Kunker ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030
-
Trauma Usai Tabrakan KRLArgo Bromo, Penumpang Perempuan Kini Pilih Hindari Gerbong Ujung
-
Mobil Lexus Rp1,3 M Dibeli Cash Tapi Mau Ditarik Debt Collector, DPR Endus Praktik Nakal Leasing
-
Kakek-kakek Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Athena, Banyak Orang Kena Peluru Nyasar
-
Periksa Sekda Madiun Dkk, KPK Telusuri Pemberian Fee Proyek ke Wali Kota Maidi
-
Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM
-
DPR Kritik Usulan Menteri PPPA Soal Pemindahan Gerbong Wanita KRL: Perbaiki Sistem!
-
Iran di Ambang Kronis, Kemiskinan dan Pengangguran Mendarah Daging
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini