- Wakil Ketua DPR RI Dasco Ahmad menjelaskan strategi diplomasi pertahanan Indonesia di bawah Presiden Prabowo terkait pengiriman pasukan ke Gaza.
- Misi utama pasukan Indonesia adalah menggantikan posisi fisik tentara Israel di zona-zona pemukiman konflik Palestina.
- Prabowo ingin mengakhiri diplomasi "omon-omon" dengan tindakan nyata, memicu negara Islam lain untuk ikut bergerak.
Istilah "omon-omon" atau sekadar bicara tanpa aksi, yang sempat viral dalam kontestasi politik sebelumnya, kini digunakan Prabowo sebagai pemantik untuk melakukan perubahan nyata dalam kebijakan luar negeri Indonesia.
Menurut Dasco, Prabowo berpandangan tanpa keterlibatan langsung, upaya Indonesia tidak akan membuahkan hasil nyata dan hanya akan sebatas retorika.
Indonesia ingin memecah kebuntuan dari negara-negara Islam lainnya yang selama ini masih ragu-ragu untuk bertindak secara militer di bawah payung perdamaian internasional.
"Kalau kita di luar, hanya omon-omon, tidak bisa berbuat. Negara-negara Islam lainnya, masuk-keluar, masuk-keluar, menunggu Indonesia itu. Karena, akhirnya Pak Prabowo mengatakan 'Oke, bismillah kita masuk,'" tutur Dasco.
Keberanian Indonesia untuk menjadi "pemecah ombak" ini dinilai akan memicu gelombang dukungan serupa dari negara-negara mayoritas Muslim lainnya.
Posisi Indonesia sebagai negara demokrasi dengan populasi Muslim terbesar di dunia memberikan legitimasi moral yang kuat dalam misi kemanusiaan ini.
Salah satu poin menarik yang diungkapkan Dasco adalah mengenai bagaimana figur Prabowo Subianto diterima oleh pihak-pihak yang bertikai, khususnya bangsa Palestina.
Prabowo menyadari bahwa kehadirannya dan pasukan Indonesia membawa rasa percaya (trust) yang tidak dimiliki oleh banyak negara lain.
Baca Juga: AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
Berita Terkait
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Presiden Prabowo Subianto: Semua Kekayaan Alam Indonesia Milik Negara, Bukan Pengusaha
-
Donald Trump Umumkan Pengeboman Terdahsyat dalam Sejarah Timur Tengah, Kilang Iran Dilindungi
-
AS Serang Jantung Ekonomi Iran di Pulau Kharg, Harga Minyak Capai 150 dolar AS per Barel?
-
Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta dalam OTT Bupati Cilacap
-
Iran Kecam Serangan AS dan Israel yang Tewaskan 175 Siswi SD di Minab
-
Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
-
Pemerintah Kecam Kasus Kekerasan terhadap Andrie Yunus, Tegaskan Kasus Harus Diusut Tuntas
-
Indonesia Enggan Dukung Resolusi DK PBB yang Kurang Berimbang pada Iran
-
Viral TikToker Bongkar Lokasi Pertahanan Israel, Iran Diduga Langsung Mengebom
-
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Cilacap
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas