-
Mojtaba Khamenei selamat dari dua upaya pembunuhan di rumah dan rumah sakit.
-
Pemerintah Iran mengonfirmasi sang pemimpin terluka namun kondisinya tetap sehat walafiat.
-
Majelis Ahli resmi menunjuk Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi menggantikan sang ayah.
Spekulasi mengenai kondisi fisik Mojtaba Khamenei mulai bermunculan setelah serangan hari pertama yang sangat hebat.
Pihak televisi pemerintah Iran memberikan konfirmasi bahwa sang pemimpin memang mengalami luka-luka akibat serangan.
Mojtaba dilaporkan "terluka dalam perang Ramadan," tetapi mereka tak merinci luka yang dimaksud secara mendalam.
Laporan mengenai kondisi luka ini juga diperkuat oleh pemberitahuan dari sumber-sumber pejabat di New York Times.
Tiga orang pejabat berwenang di Teheran memberikan testimoni senada mengenai kondisi kesehatan fisik pemimpin baru tersebut.
Situasi ini bahkan memicu reaksi langsung dari pucuk pimpinan tertinggi di negara Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump juga menduga Mojtaba terluka akibat serangan mereka pada 28 Februari.
Keyakinan ini muncul berdasarkan data intelijen yang dikumpulkan setelah operasi militer gabungan itu dilaksanakan.
Namun, klaim tersebut tidak serta merta menandakan bahwa tujuan utama operasi pembunuhan tersebut tercapai.
Baca Juga: Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
Pihak Iran tetap menegaskan bahwa pemimpin mereka masih mampu menjalankan tugas-tugas penting kenegaraannya.
Klarifikasi lebih lanjut muncul dari Yousef Pezeshkian yang merupakan anak dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Sebagai penasihat pemerintah, Yousef memberikan informasi valid terkait kondisi sebenarnya dari sang tokoh kunci tersebut.
Ia berusaha mencari kepastian informasi dari sumber-sumber terpercaya yang memiliki akses langsung ke lingkaran dalam.
Langkah ini dilakukan untuk meredam kekhawatiran publik Iran mengenai stabilitas kepemimpinan nasional di masa krisis.
Setelah melakukan pengecekan mendalam, Yousef membawa kabar yang menenangkan bagi para pendukung pemerintahan Iran saat ini.
Informasi ini sekaligus membantah rumor liar yang menyebutkan bahwa sang pemimpin berada dalam kondisi kritis.
Meskipun sempat mengalami luka, proses pemulihan tampaknya berjalan dengan sangat baik dan sesuai harapan medis.
Kini Mojtaba Khamenei dipastikan tetap berdiri teguh memimpin jalannya pemerintahan setelah transisi kekuasaan yang krusial.
Penting untuk diingat bahwa suksesi kepemimpinan di Iran baru saja memasuki babak baru yang sangat bersejarah.
Mojtaba terpilih menjadi pemimpin tertinggi terbaru Iran menggantikan Khamenei dalam pemungutan suara di Majelis Ahli.
Keputusan besar tersebut diambil pada awal pekan ini sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan revolusi.
Penunjukan Mojtaba ini menjadikannya sebagai figur paling berkuasa yang kini menjadi incaran utama bagi lawan politiknya.
Ketegangan di Timur Tengah pun diprediksi akan terus meningkat seiring dengan gagalnya upaya eliminasi terhadapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!