News / Internasional
Minggu, 15 Maret 2026 | 10:02 WIB
Kim Jong Un foto bersama pasukan Korea Utara (x.com)
Baca 10 detik
  • Korea Utara meluncurkan sepuluh rudal balistik misterius ke arah perairan Laut Jepang.

  • Donald Trump dinilai mulai frustrasi karena gagal mengendalikan situasi perang melawan pihak Iran.

  • Struktur pemerintahan Iran tetap solid meskipun serangan militer Amerika Serikat menargetkan para pemimpin.

Langkah agresif Korea Utara ini memperburuk hubungan diplomasi dengan Korea Selatan yang kini sedang berada di titik nadir.

Pyongyang bahkan secara terang-terangan menghina setiap upaya perdamaian yang diajukan oleh pihak Seoul belakangan ini.

Kondisi ketidakpastian ini ternyata tidak hanya terjadi di wilayah semenanjung Korea namun juga merembet ke Timur Tengah.

Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump kini sedang berjuang keras menghadapi perlawanan sengit dari pihak Iran.

Trump dinilai sedang mengalami tekanan mental yang luar biasa karena situasi perang yang semakin tidak menentu.

Analisis Pakar Terkait Keputusasaan Donald Trump

Seorang pengamat politik ternama asal Universitas Chicago memberikan pandangannya mengenai kondisi psikologis sang Presiden Amerika Serikat.

Robert Pape menilai bahwa serangan AS ke pusat ekspor minyak Iran merupakan tanda hilangnya kendali strategis.

Trump dianggap sedang berupaya keras untuk merebut kembali dominasi militer yang mulai luntur di kawasan tersebut.

Baca Juga: Iran Disebut Dapat Bantuan Nuklir Korea Utara, Pakar Militer AS Peringatkan Trump

"Sulit untuk memahami pikiran siapa pun, apalagi pikiran Donald Trump," kata Pape.

Kini fokus militer Amerika Serikat tertuju pada Pulau Kharg yang menjadi jantung ekonomi minyak bagi Teheran.

Pulau Kharg memiliki peran vital karena mengelola hampir seluruh total ekspor minyak mentah milik negara Iran.

Awalnya Washington memprediksi bahwa serangan besar-besaran terhadap Iran hanya akan memakan waktu beberapa hari saja.

Namun realita di lapangan menunjukkan bahwa Iran memiliki daya tahan yang jauh lebih kuat dari perkiraan awal.

Ambisi Amerika Serikat dan Israel untuk menghancurkan program nuklir serta meruntuhkan pemerintahan ulama belum juga terwujud.

Load More