- LPSK berikan bantuan medis dan pengawalan melekat bagi aktivis Andrie Yunus.
- Perlindungan darurat LPSK berfokus pada pemulihan dan keamanan fisik Andrie Yunus.
- LPSK desak aparat segera tangkap pelaku penyiraman air keras di Salemba.
Suara.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK resmi memberikan perlindungan darurat kepada Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menyusul insiden penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal.
Langkah ini diambil guna menjamin terpenuhinya kebutuhan medis serta keamanan fisik korban secara cepat dan tepat.
Tim LPSK telah melakukan serangkaian tindakan awal, termasuk berkoordinasi intensif dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) serta Badan Pekerja KontraS.
Selain itu, LPSK juga telah melakukan asesmen awal bersama keluarga korban guna mengidentifikasi kebutuhan perlindungan lanjutan.
Permohonan perlindungan diajukan secara resmi oleh ayah Andrie pada 13 Maret 2026.
Dalam permohonan tersebut, pihak keluarga meminta layanan perlindungan yang mencakup pemenuhan hak prosedural, bantuan medis, hingga pengamanan fisik melekat.
Mempertimbangkan urgensi kondisi korban, LPSK memutuskan untuk memberikan perlindungan darurat berupa bantuan medis dan pengawalan fisik.
Saat ini, petugas pengawal atau panwal LPSK telah ditempatkan untuk melakukan pemantauan melekat selama Andrie menjalani perawatan intensif di RSCM.
Wakil Ketua LPSK, Sri Suparyati, menjelaskan bahwa perlindungan darurat diberikan berdasarkan adanya kerentanan keamanan dan kebutuhan mendesak akan penanganan medis.
Baca Juga: Siskaeee Geram Pelaku Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Belum Ditangkap: Giliran Bokepku Bisa!
"Perlindungan ini bertujuan memberikan rasa aman bagi korban sesaat setelah tindak pidana terjadi. Kami telah melakukan pendampingan, pengawalan melekat, serta pemantauan bantuan medis di RSCM," ujar Sri dalam keterangan resminya, Minggu (15/3/2026).
Sri menambahkan bahwa dalam pemenuhan layanan medis, LPSK dapat berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.
"Tim LPSK juga terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini," imbuhnya.
Insiden yang menimpa Andrie Yunus diduga sebagai tindak pidana penganiayaan berat. LPSK menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan kondisi korban serta memastikan seluruh hak hukumnya terpenuhi.
Selain itu, LPSK mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengungkap identitas pelaku serta dalang di balik aksi teror ini.
Menurut LPSK, pengungkapan kasus secara cepat sangat penting untuk memberikan rasa keadilan bagi korban serta menjamin keamanan bagi para pembela Hak Asasi Manusia (HAM) yang menjalankan tugas advokasi di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak
-
KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!
-
Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga
-
Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'
-
KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan
-
Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi
-
Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak
-
Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia
-
10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal
-
Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK