Suara.com - Komplotan perompak membajak kapal tanker minyak Honour 25 di lepas pantai Somalia. Kapal ditumpangi oleh 17 awak termasuk warga negara Indonesia (WNI). Para awak itu terdiri dari 10 warga Pakistan, 4 warga negara Indonesia, satu warga India, satu warga Sri Lanka, serta satu warga Myanmar.
Para pejabat Somalia mengungkapkan insiden tersebut terjadi pada 22 April malam. Kala itu, ada enam orang bersenjata berhasil menyerbu kapal yang membawa 18.500 barel minyak. Kini upaya pembabasan awak kapal minyak tanker Honour masih berlangsung.
Insiden tak meyenangkan ini lantas mengingatkan masyarakat Indonesia terhadap kejadian serupa yang menimpa Kapal Sinar Kudus pada 2011 silam. Di mana, pada 16 Maret 2011 MV Kapal Sinar Kudus yang membawa 20 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia disandera oleh perompak Somalia di Perairan Teluk Aden.
Kilas balik Pembebasan Kapal Sinar Kudus Dari Perompak Somalia
Setelah negosiasi panjang dan tebusan miliaran rupiah dibayarkan, MV Sinar Kudus bebas dari tangan perompak Somalia. TNI yang memantau pembebasan tersebut berhasil menghabisi 4 perompak Somalia kala kapal kargo itu memasuki perairan internasional. Berikut kilas balik pembebasan Kapal Sinar Kudus Dari Perampok Somalia:
1. Tanggal 16 Maret 2011
Kapal Sinar Kudus dibajak perompak Somalia. Selanjutnya, MV itu dipergunakan sebagai kapal induk pembajak untuk beroperasi ke utara hingga Teluk Oman.
2. Tanggal 17 Maret
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pertama kali menerima laporan terkaoy pembajakan MV Sinar Kudus.
3. Tanggal 18 Maret
Baca Juga: Geger! Selat Malaka Terancam Sepi? Thailand Nekat Bangun Proyek Rp480 Triliun!
- Pukul 11.00 WIB
Presiden lantas memberikan intruksi secara langsung operasi pembebasan terhadap ABK MV Sinar Kudus
- Pukul 14.00 WIB
Diadakan rapat khusus Kemenko Polhukam yang membahas alternatif pembebasan para awak. Hasilnya, negosiasi terus berlangsung dan operasi militer pun mulai disiapkan.
- Pukul 19.00 WIB, diputuskan untuk bertindak.
Langkah pertama, pemerintah memiliki strategi membebaskan kapal dengan operasi khusus apabila kapal Sinar Kudus berada di tengah laut. Rencana kedua, persiapam rencana cadangan jika kapal sudah turun jangkar di wilayah Somalia dengan mempelajari perkembangan di lapangan. Ketiga, mengirimkan 2 kapal fregat yang berisi pasukan khusus.
4. Tanggal 19 Maret
Panglima TNI resmi menerima persetujuan dari Presiden terkait kekuatan yang akan diberangkatkan yaitu 2 kapal fregat, 1 helikopter, pasukan khusus dari marinir, Kopassus, serta Kopaska.
5. Tanggal 20 Maret
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan