News / Internasional
Senin, 16 Maret 2026 | 15:08 WIB
Ilustrasi drone Shaheed atau pesawat nirawak kamikaze berharga murah milik Iran terekam sedang lepas landas. Drone-drone itu bisa menghancurkan infrastruktur militer AS, termasuk radar-radar berharga mahal. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Menteri Luar Negeri Iran mengakui bantuan krusial dari China dan Rusia pasca serangan AS dan Israel pada Februari 2026.
  • Kerja sama ini mencakup dukungan politik, ekonomi melalui pembelian minyak, serta bantuan militer untuk memperkuat posisi Iran.
  • Iran menutup akses Selat Hormuz secara diskriminatif terhadap kapal Amerika Serikat dan Israel sebagai respons serangan musuh.

Suara.com - Republik Islam Iran akhirnya mengakui, dua negara sahabatnya yakni China dan Rusia, banyak membantu setelah serangan agresi Amerika Serikat dan Israel pada akhir bulan Februari 2026.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dalam wawancara mendalam dengan penyiar MS NOW pada hari Sabtu pekan lalu, menegaskan hubungan antara Teheran, Moskow, dan Beijing melampaui sekadar retorika diplomatik.

Dikutip dari Politico, Senin (16/3/2026), Abbas mengatakan ketiga negara ini telah membentuk front persatuan yang solid di tengah konflik yang kian memanas di kawasan tersebut.

Pengakuan Terbuka Kerja Sama Militer

Araghchi tidak ragu untuk membeberkan kedalaman hubungan mereka. Ia menyebut bahwa bantuan yang diterima Iran mencakup berbagai lini krusial yang memungkinkan negara itu tetap bertahan meski dikepung oleh kekuatan Barat.

Pengakuan ini menjadi sinyal kuat bagi Washington, bahwa intervensi lebih lanjut di Iran akan berhadapan dengan kepentingan dua kekuatan nuklir dunia lainnya.

"Kami telah memiliki kerja sama yang erat di masa lalu, yang masih berlanjut, dan itu mencakup kerja sama militer juga," ujar Araghchi.

Ia juga menambahkan bahwa Iran telah menikmati "kerja sama yang baik dengan negara-negara ini: secara politik, ekonomi, bahkan militer," guna memperkuat posisi tawar mereka di panggung global.

Hubungan ini bukan tanpa bukti nyata. Selama satu dekade terakhir, Teheran dan Moskow telah mempererat ikatan sebagai respons atas tekanan ekonomi AS.

Baca Juga: Keras! Paus Leo XIV Singgung Serangan AS yang Tewaskan Ratusan Anak Iran: Hentikan Perang

Salah satu manifestasi paling nyata dari aliansi ini adalah pasokan drone Shahed buatan Iran yang digunakan Rusia secara masif dalam perang di Ukraina.

Bahkan, Moskow dilaporkan telah mendirikan pabrik drone tersebut di wilayahnya sendiri dengan asistensi teknis dari Iran.

Spekulasi Trump dan Barter Kepentingan

Sementara di lain sisi, Presiden AS Donald Trump memberikan analisisnya mengenai dinamika ini.

Trump meyakini bahwa keterlibatan Rusia dalam mendukung Iran adalah bentuk aksi balasan atas dukungan militer AS kepada Ukraina dalam melawan invasi Rusia.

Menurut Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin membantu Iran "sedikit" sebagai respons atas kebijakan Washington di Eropa Timur.

Load More