News / Internasional
Senin, 16 Maret 2026 | 16:42 WIB
Selat Hormuz (science.nasa.gov)
Baca 10 detik
  • Presiden Trump menyerukan koalisi internasional untuk mengamankan Selat Hormuz, namun Jepang dan Australia menolak mengirimkan armada angkatan laut.
  • Permintaan ini muncul di tengah konflik AS-Israel melawan Iran yang menyebabkan harga minyak Brent naik melampaui $104,50 per barel.
  • Jepang menyatakan konstitusi pasifis membatasi pengiriman kapal pengawal, sementara Australia mengonfirmasi tidak akan menyumbangkan kapal angkatan laut.

Sikap serupa juga diambil oleh Australia. Walaupun sangat bergantung pada bahan bakar olahan dari minyak mentah Timur Tengah, Negeri Kangguru tersebut memastikan tidak akan menyumbangkan kapal angkatan lautnya untuk misi pembukaan kembali Selat Hormuz.

Anggota Kabinet Perdana Menteri Anthony Albanese, Catherine King, mengkonfirmasi posisi Australia tersebut dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi pemerintah ABC.

"Kami tahu betapa pentingnya hal itu, tetapi itu bukanlah sesuatu yang diminta dari kami atau yang kami sumbangkan," ujar Catherine King.

Reporter: Tsabita Aulia

Load More