- Iran menyangkal klaim AS tentang hancurnya kekuatan angkatan laut dan menantang Trump membuktikan klaimnya di Teluk Persia.
- Iran menegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia, sejak awal Maret sebagai respons balasan.
- Sebagai pembalasan atas serangan 28 Februari yang menewaskan Khamenei, Iran telah meluncurkan sekitar 700 rudal dan 3.600 drone.
Suara.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Pemerintah Iran secara resmi menyangkal klaim Amerika Serikat terkait hancurnya kekuatan angkatan laut mereka.
Teheran justru mengeluarkan tantangan terbuka kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membuktikan klaim tersebut dengan mengirimkan armada tempurnya langsung ke perairan Teluk Persia yang kini tengah memanas.
Pernyataan keras ini muncul sebagai respons atas narasi Washington yang menyebut kemampuan militer Iran telah dilumpuhkan pasca-serangkaian serangan udara.
Pihak Iran menegaskan bahwa posisi mereka di wilayah strategis tersebut masih sangat solid dan tidak tergoyahkan oleh tekanan militer maupun politik dari pihak Barat.
"Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kendali Angkatan Laut Korps Garuda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Iran memiliki kedaulatan penuh atas itu," kata Juru Bicara IRGC Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini.
Penegasan mengenai kendali atas Selat Hormuz ini menjadi poin krusial mengingat wilayah tersebut merupakan jalur urat nadi perdagangan minyak dunia.
Penutupan atau gangguan di jalur ini dipastikan akan berdampak sistemik terhadap stabilitas ekonomi global, terutama bagi negara-negara industri besar yang bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk.
Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini juga memaparkan data mengenai intensitas serangan yang telah dilancarkan oleh pihak Iran sebagai bentuk perlawanan.
Naini mengeklaim bahwa sejauh ini Iran telah meluncurkan sekitar 700 rudal dan 3.600 pesawat nirawak dengan targetnya adalah Amerika dan Israel.
Baca Juga: Siap Perang Terbuka! Iran Akhirnya Akui China dan Rusia Bantu Lawan AS-Israel
Angka tersebut menunjukkan skala pertempuran yang sangat masif, melibatkan teknologi drone dan rudal balistik yang selama ini menjadi andalan pertahanan simetris maupun asimetris Iran.
Serangan-serangan ini disebut sebagai balasan langsung atas operasi militer yang menargetkan kedaulatan dan aset-aset penting milik Republik Islam tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang ditujukan langsung kepada kepemimpinan di Gedung Putih, Naini mempertanyakan validitas informasi yang disampaikan oleh Donald Trump kepada publik internasional.
Tantangan untuk masuk ke wilayah kedaulatan Iran menjadi sinyal bahwa IRGC siap menghadapi konfrontasi langsung di laut.
"Bukankah Trump mengatakan bahwa dia telah menghancurkan Angkatan Laut Iran? Jadi, jika dia berani, dia bisa mengirim kapalnya ke wilayah Teluk Persia," tegas Naini.
Situasi ini semakin rumit karena Iran memandang perang yang terjadi saat ini bukan sekadar adu kekuatan senjata, melainkan ujian bagi ketahanan sosial dan mentalitas bangsa dalam menghadapi agresi asing.
Berita Terkait
-
Siap Perang Terbuka! Iran Akhirnya Akui China dan Rusia Bantu Lawan AS-Israel
-
Keras! Paus Leo XIV Singgung Serangan AS yang Tewaskan Ratusan Anak Iran: Hentikan Perang
-
Trump Gigit Jari: Negara-negara Lain Ogah Bantu Militer AS, NATO Terancam Bubar
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Bagaimana Nasib Haji 2026?
-
Donald Trump Provokasi Negara-negara Arab Rangkulan dengan Israel Serang Iran
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Demo di Istana Siang Ini! Mahasiswa UBK Bawa 6 Tuntutan: Stop MBG hingga Tolak Militerisme
-
AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata, Donald Trump: Biarkan Minyak Mengalir!
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan