- Permintaan Donald Trump agar Korea Selatan mengirim bantuan militer ke Selat Hormuz memicu perdebatan domestik di Seoul.
- Pengiriman pasukan Korea Selatan ke luar negeri memerlukan persetujuan Majelis Nasional sesuai konstitusi negara tersebut.
- Keterlibatan militer di Selat Hormuz berpotensi meningkatkan risiko konfrontasi langsung dengan Iran bagi Seoul.
Suara.com - Permintaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, agar Korea Selatan mengirim dukungan militer ke Selat Hormuz memicu perdebatan politik di Seoul.
Dilansir dari The Korea Herald, permintaan Trump dinilai tidak mudah direalisasikan karena harus melewati prosedur hukum serta persetujuan parlemen.
Trump sebelumnya meminta beberapa negara sekutu, termasuk Korea Selatan, ikut menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz di tengah konflik dengan Iran.
Hingga kini, pemerintah Seoul menyatakan belum menerima permintaan resmi dari Washington, tetapi diskusi internal sudah mulai dilakukan.
Menurut konstitusi Korea Selatan, pengiriman pasukan ke luar negeri umumnya memerlukan persetujuan Majelis Nasional.
Aturan ini memberi kewenangan parlemen untuk menyetujui deklarasi perang, pengerahan pasukan, maupun perubahan misi militer di luar wilayah negara.
Perdebatan semakin kuat karena misi yang diminta berpotensi menempatkan pasukan Korea Selatan di zona konflik aktif.
Pengamat militer menilai situasi di Selat Hormuz berbeda dari operasi sebelumnya karena risiko konfrontasi langsung dengan Iran lebih besar.
Fokus pembahasan juga tertuju pada kemungkinan pengerahan Unit Cheonghae, satuan angkatan laut Korea Selatan yang selama ini bertugas dalam operasi anti-pembajakan di Teluk Aden.
Baca Juga: Kok Jadi Berantem? Trump Sebut Pemimpin Israel Lemah, Netanyahu Balas Begini
Pada 2020, wilayah operasi unit tersebut pernah diperluas hingga Selat Hormuz, tetapi saat itu tidak melibatkan pertempuran langsung.
Sejumlah politisi oposisi menegaskan bahwa pengerahan baru harus mendapat persetujuan parlemen.
Mereka menilai pengiriman kapal perang ke kawasan konflik merupakan keputusan besar yang tidak bisa diambil sepihak oleh pemerintah.
Sebagian anggota parlemen dari partai pemerintah juga menyuarakan kekhawatiran serupa.
Mereka menilai keterlibatan dalam operasi militer di Timur Tengah bisa membuat Korea Selatan menjadi target serangan dan memperburuk hubungan dengan Iran.
Donald Trump sempat memperingatkan masa depan NATO bisa sangat buruk jika negara-negara sekutu tidak membantu membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pasokan minyak dunia.
Berita Terkait
-
Kok Jadi Berantem? Trump Sebut Pemimpin Israel Lemah, Netanyahu Balas Begini
-
Iran Tolak Negosiasi Gencatan Senjata Saat Serangan Israel Terus Berlanjut: Kami Siap Membela Diri
-
Trump Desak Bantuan Pengamanan Selat Hormuz, Jepang dan Australia Ogah Kirim Kapal Militer
-
Iran Tantang Donald Trump Kirim Kapal ke Teluk Persia Jika Berani: Kami Kendalikan Selat Hormuz
-
Siap Perang Terbuka! Iran Akhirnya Akui China dan Rusia Bantu Lawan AS-Israel
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Ogah Gabung May Day Bareng Prabowo, KPA Ingatkan Masalah Buruh-Petani dan Nelayan Belum Rampung
-
Kabar Baik Usai Kecelakaan Bekasi! KAI: 99% Kereta Kembali On Time, 20 Ribu Tiket Tuntas Direfund
-
Maut Tak Kasatmata: Leher Terjerat Benang Misterius, Pemotor di Karawang Tewas Berlumur Darah
-
Aliansi GEBRAK Bongkar Fakta Kekerasan Agraria, DPR Diminta Tak Lagi Diam
-
Pecah Telur ke Jakarta di Usia 60 Tahun, Buruh Cilacap Ini Rela Antre Sembako di Tengah Aksi May Day
-
KPA Tolak May Day Fiesta, Soroti Masalah Buruh hingga Petani Belum Tuntas
-
Aksi May Day di Monas 'Banjir' Sembako dari Istana
-
Gus Lilur Bongkar Peta Kekuatan Muktamar NU, 400 Suara Mengerucut ke Satu Poros?
-
Imbas May Day di DPR, Pintu Keluar Tol Slipi Ditutup: Cek Rute Alternatif Tomang-Tanjung Duren
-
Cerita Ibu Buruh di May Day, Ajak Anak ke Tengah Aksi