- Polresta Cirebon mengungkap produksi uang palsu skala masif senilai potensi Rp12 miliar di Gegesik pada Selasa (17/3/2026).
- Tersangka S (52) ditangkap saat mencetak uang palsu pecahan Rp100.000 di kediamannya pada Sabtu (14/3) sore.
- Uang palsu tersebut direncanakan diedarkan luas di Jawa Barat, Bali, NTB, dan Yogyakarta menjelang hari raya.
Suara.com - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon melakukan gebrakan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan masyarakat menjelang perayaan hari besar keagamaan.
Aparat kepolisian berhasil membongkar praktik produksi uang palsu dalam skala masif di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Tidak tanggung-tanggung, nilai barang bukti yang diamankan dalam operasi ini diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni Rp12 miliar.
Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama di Cirebon, Selasa (17/3/2026), mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas produksi uang palsu di Kecamatan Gegesik.
Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh tim penyidik dengan melakukan observasi mendalam di lapangan guna memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Dari informasi masyarakat, kami lakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap tersangka saat memproduksi uang palsu,” katanya sebagaimana dilansir Antara.
Operasi penggerebekan dilakukan dengan presisi tinggi untuk memastikan tersangka tidak memiliki kesempatan untuk menghilangkan barang bukti.
Tersangka yang berhasil diamankan diketahui berinisial S, seorang pria berusia 52 tahun yang merupakan warga Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.
Penangkapan dilakukan pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 16.30 WIB tepat di kediamannya yang diduga kuat menjadi pabrik pencetakan uang ilegal tersebut.
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Okupansi Kereta Api Tembus 101 Persen
Saat penangkapan, kata dia, tersangka tertangkap tangan sedang memproduksi uang palsu pecahan Rp100.000 dengan menggunakan sejumlah peralatan yang telah disiapkan.
Tersangka tidak dapat mengelak karena polisi menemukan mesin-mesin yang masih dalam kondisi beroperasi serta tumpukan kertas yang siap diubah menjadi lembaran-lembaran uang menyerupai asli.
“Tersangka mendesain ulang uang pecahan Rp100.000, kemudian mencetak dan memotongnya hingga menyerupai uang asli untuk diedarkan,” ujarnya.
Modus operandi yang dilakukan tersangka tergolong cukup rapi dengan memanfaatkan teknologi pencetakan modern.
Hal ini dilakukan agar uang palsu tersebut memiliki kemiripan visual yang tinggi dengan uang asli keluaran Bank Indonesia, sehingga masyarakat awam akan sulit membedakannya secara kasat mata tanpa pemeriksaan mendetail.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, target peredaran uang palsu ini sangat luas dan tidak terbatas pada wilayah Cirebon saja. Tersangka berencana menyasar wilayah-wilayah strategis yang memiliki perputaran uang tunai tinggi saat masa libur panjang.
Berita Terkait
-
Jelang Mudik Lebaran, Okupansi Kereta Api Tembus 101 Persen
-
Sudah Berjalan Bertahun-tahun! Bareskrim Gerebek Home Industry Kosmetik Bermerkuri di Cirebon
-
Bank Cirebon Bangkrut: Izin Dicabut, Pemkot Respon Sikap OJK dan LPS
-
Kakek dari Kota Sultan, Kiper Klub Elit Belanda Ini Jadi Masa Depan Timnas Indonesia
-
Pemkab Cirebon Bakal Ganti Sawit yang Terlanjur Ditanam dengan Mangga Gedong Gincu, Ini Alasannya
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur