- Di tengah gempuran AS dan Israel, Iran berinovasi menggunakan amunisi tandan untuk menembus sistem pertahanan udara Iron Dome secara efektif.
- Taktik penyebaran bomblet di ketinggian ekstrem memaksa Israel membuang puluhan pencegat rudal mahal hanya untuk mengatasi satu rudal Iran.
- Strategi perang atrisi ini berhasil memberikan tekanan psikologis dan beban ekonomi yang masif terhadap Israel yang terus dibayangi ketakutan.
Sistem canggih tersebut mungkin berhasil mencegat rudal balistik utama, tetapi mereka tampak kewalahan untuk menghentikan bom-bom kecil yang menyebar cepat.
"Ini adalah mekanisme untuk melewati pertahanan rudal aktif," ujar Tal Inbar, seorang pakar rudal yang menjadi konsultan untuk perusahaan pertahanan Israel.
Tal Inbar menjelaskan bahwa meskipun rudal balistik Iran berhasil dicegat oleh pencegat jarak jauh Israel, bom-bom kecil tersebut tetap akan menyebar dan jatuh ke bumi.
Kondisi ini terjadi karena rudal tersebut tidak tertabrak secara berhadapan langsung atau karena bomblet telah dilepaskan sepersekian detik sebelum benturan.
Menurut Tal Inbar, bomblet tersebut secara teori dapat dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome, tetapi pada kenyataannya upaya tersebut tidak selalu membuahkan hasil.
"Para perancang Iran kemungkinan besar beralih ke pendekatan penyebaran di ketinggian tinggi sebagian untuk meminimalkan peluang keberhasilan intersepsi berbasis darat," kata N.R. Jenzen-Jones, pakar amunisi dan Direktur Armament Research Services.
Ia menambahkan bahwa karena ukurannya yang kecil dan jatuh dengan kecepatan sangat tinggi, amunisi ini menjadi target yang sangat sulit untuk dilumpuhkan.
Dalam konflik sebelumnya, Iran sering menembakkan puluhan rudal sekaligus untuk membuat sistem pertahanan Israel kelebihan beban.
Namun, ketika AS dan Israel terus membombardir kemampuan peluncuran rudal Iran secara brutal, amunisi tandan menjadi solusi brilian bagi Teheran untuk tetap memberikan perlawanan yang sepadan.
Baca Juga: Info A1: Perang Lawan Iran karena Kebodohan Trump Ditipu Lobi Israel dan Tokoh Media AS
"Saya pikir Iran saat ini tidak memiliki kemampuan untuk mengatur rentetan rudal balistik dalam jumlah besar," ungkap Tal Inbar.
Ia memandang taktik ini sebagai sebuah langkah efisiensi di tengah keterbatasan.
"Jadi, jika Iran ingin menyebabkan banyak kerusakan, bahkan dengan sejumlah kecil rudal balistik, maka rudal submunisi dengan bomblet akan menjadi senjata pilihan," lanjut Tal Inbar.
Lebih dari sekadar menembus pertahanan udara, strategi ini tampaknya sengaja dirancang oleh Iran untuk menguras habis stok pencegat rudal milik Israel yang harganya sangat fantastis.
Iran memaksa musuhnya untuk menembakkan puluhan pencegat bernilai jutaan dolar hanya untuk menghilangkan ancaman dari satu rudal balistik tunggal.
"Ini adalah sebuah tantangan," kata Tal Inbar mengakui kerumitan strategi tersebut.
Berita Terkait
-
Teguh Pendirian, Kanada Menolak Ikut Perang AS-Israel Lawan Iran
-
Kedubes Iran Open Donasi untuk Korban Perang, Netizen: Bismillah Lawan Zionis, Titip Rudal Min
-
Pemerintah Tangguhkan Urusan Board of Peace dan Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, Apa Kata DPR?
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Jadi Sorotan, Harga Bensin Iran Termurah di Dunia Hanya Rp500 per Liter
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Resmi! 13 Taman Nasional akan Diubah Jadi Kawasan Konservasi Dunia, Ini Daftarnya
-
Misteri Rumah Berhantu Mulai Terkuak, Ilmuwan Temukan Pemicu Tak Kasat Mata
-
Sentilan DPR di Hardiknas 2026: Jangan Sampai Pendidikan Berkualitas Hanya Milik Orang Kota
-
AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz
-
Banjir dan Longsor Terjang Brasil, Enam Tewas Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal
-
Dalam 24 Jam, Serangan Udara Zionis Israel Tewaskan 41 Orang di Lebanon
-
UMP Naik Tiap Tahun, Kenapa Buruh Makin Tertekan Biaya Hidup?
-
Cium Aroma Rekayasa Kasus Pembunuhan Indramayu, DPR Minta Mabes Polri-Kejagung Turun Tangan
-
Banyak Perlintasan Sebidang Tanpa Penjaga, Pemprov DKI Jakarta Siap Support KAI
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban