News / Internasional
Rabu, 18 Maret 2026 | 21:29 WIB
Rusia disebut memperluas kerja sama militer dan intelijen dengan Iran di tengah perang melawan AS-Israel. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Rusia memperkuat kerja sama militer dengan Iran, memasok teknologi drone canggih dan citra satelit untuk menargetkan posisi AS di Teluk.
  • Bantuan Rusia mencakup peningkatan drone Shahed, panduan taktis perang Ukraina, dan data intelijen posisi target darat maupun laut Iran.
  • Konflik ini menguntungkan Rusia secara ekonomi melalui kenaikan harga minyak serta memberikan tekanan strategis terhadap Washington.

Suara.com - Rusia disebut memperluas kerja sama militer dan intelijen dengan Iran di tengah perang melawan AS-Israel.

Rusia seperti dilansir dari laporan parsi.euronews disebut menyediakan citra satelit dan teknologi drone canggih untuk menargetkan posisi pasukan Amerika di Teluk.

“Moskow ingin mempertahankan mitra terdekatnya di Timur Tengah dan memperpanjang konflik yang menguntungkan secara militer dan ekonomi bagi Rusia.” ungkap sumber kepada Wall Street Journal.

Bantuan Rusia meliputi peningkatan drone Shahed, termasuk sistem komunikasi, navigasi, dan penargetan.

Selain itu, pengalaman Rusia dalam perang Ukraina digunakan untuk memberi panduan taktis, mulai dari jumlah drone yang digunakan hingga ketinggian serangan terhadap sasaran di Tehran.

Drone Shahed 136 milik Iran. (Tasnim)

Citra satelit yang diberikan Rusia memungkinkan Iran memetakan posisi dan pergerakan target darat maupun laut, baik sebelum maupun setelah serangan.

Jim Lamson, mantan analis CIA dan pakar militer Iran, mengatakan, “Jika data mencakup pesawat, gudang amunisi, dan pergerakan pertahanan udara, ini sangat membantu Iran secara intelijen.”

Menurut analis, serangan drone Iran kini lebih efektif dibandingkan konflik 12 hari sebelumnya, dengan fokus pada sistem radar dan pusat komando, mirip dengan taktik Rusia di Ukraina.

Nikol Grajefski, profesor Sciences Po Paris, menambahkan, “Serangan Iran di Teluk Persia sangat mengingatkan pada operasi Rusia.”

Baca Juga: Siapa Esmaeil Khatib, Ahli Fiqih Islam dan Menteri Intelijen Iran yang Dekat dengan Ali Khamenei

Meskipun Rusia membantah memberikan intelijen langsung, Presiden AS Donald Trump menilai kemungkinan Moskow membantu Iran sebagian.

Selain keuntungan strategis, konflik ini juga berdampak ekonomi bagi Rusia, harga minyak naik akibat penutupan Selat Hormuz, sementara AS mengurangi sanksi minyak, memberi keuntungan pada ekspor Rusia.

Samuel Charap dari RAND Corporation menilai, “Konflik ini memberi Rusia kesempatan merasakan sendiri dukungan intelijen yang diberikan AS kepada Ukraina, sekaligus menekan Washington secara strategis.”

Kontributor: M.Faqih

Load More