News / Nasional
Rabu, 18 Maret 2026 | 23:51 WIB
Sejumlah kendaraan pemudik melaju saat penerapan sistem satu arah di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2026). [ANTARA FOTO/Makna Zaezar/foc]
Baca 10 detik
  • Direktur Utama Jasa Marga menyatakan kesiapan infrastruktur dan rekayasa lalu lintas untuk kelancaran mudik Lebaran 2026.
  • Diperkirakan tiga setengah juta kendaraan keluar Jakarta, didukung teknologi prediksi kepadatan melalui sistem transportasi cerdas.
  • Beberapa ruas tol fungsional baru disiapkan, seperti Tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan dan Tol Yogyakarta–Solo, untuk mengurangi kepadatan.

Untuk mengurai kepadatan, Jasa Marga bersama pihak terkait juga menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dan sistem satu arah (one way).

“Kemarin sore ketika (kepadatan) mencapai 30 persen, bersama Kementerian Perhubungan dan Korlantas, kami memutuskan untuk one way. One way dimulai dari KM 70 (Tol Jakarta—Cikampek) sampai dengan KM 263. Di awal ini dengan contraflow satu lajur di kilometer 44, (kemudian) contraflow dua lajur di kilometer 55, dan dilanjutkan one way sepenggal sampai KM 263,” jelasnya.

Rivan menyebut, rekayasa lalu lintas tersebut terbukti efektif mempercepat waktu tempuh perjalanan pemudik.

“Alhamdulillah kelancaran ini bisa dirasakan masyarakat yang berangkat dari (Jakarta) pukul 16:00 WIB sudah sampai pukul 00:00 WIB di Kalikangkung (KM 414 di Semarang). Jadi sudah mencapai 7 sampai 8 jam,” ujar Rivan.

Ia menegaskan seluruh ruas tol yang dikelola Jasa Marga, termasuk jalur dari Merak menuju Jakarta, telah siap digunakan untuk mendukung kelancaran arus mudik.

“Namun demikian, tetap tidak bisa dihindari ada lubang yang rusak karena jalan terus dipakai, tetapi akan terus kami perbaiki,” imbuhnya.

Load More