News / Metropolitan
Senin, 04 Mei 2026 | 09:55 WIB
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji. (Suara.com/Chyntia Sami)
Baca 10 detik
  • BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini banjir rob di kawasan pesisir utara hingga 8 Mei 2026 mendatang.
  • Fenomena pasang maksimum laut terjadi akibat fase bulan baru dan posisi perigee yang meningkatkan gravitasi air laut.
  • Masyarakat di wilayah terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan serta memantau perkembangan melalui layanan darurat dan kanal informasi resmi.

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini bagi warga pesisir terkait potensi banjir rob yang diprediksi berlangsung hingga 8 Mei 2026.

Peringatan ini menyusul laporan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok yang mendeteksi adanya pasang maksimum air laut.

Fenomena ini dipicu fase bulan baru yang bertepatan dengan perigee, yakni saat posisi bulan berada paling dekat dengan bumi sehingga tarikan gravitasinya terhadap air laut meningkat.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut di wilayah pesisir utara Jakarta.

“Dapat memicu peningkatan tinggi muka air laut di wilayah pesisir utara Jakarta,” ujar Isnawa kepada wartawan, Senin (4/5/2026).

BPBD memperkirakan puncak pasang terjadi pada malam hingga dini hari, sekitar pukul 20.00 hingga 01.00 WIB. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan rawan genangan.

“Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan, karena durasi pasang tinggi bisa berlangsung beberapa hari berturut-turut. Pastikan juga sistem drainase di sekitar rumah tetap berfungsi baik, untuk menghindari terjadinya genangan air,” imbau Isnawa.

Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Kalibaru, hingga Muara Angke.

Kawasan Tanjung Priok dan Kepulauan Seribu juga masuk dalam zona waspada.

Baca Juga: Riset Ungkap Hanya Jakarta yang Mampu Kejar Kenaikan Biaya Hidup, Daerah Lain?

BPBD juga mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di area pesisir guna menghindari risiko gelombang pasang yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Untuk memantau kondisi terkini, Pemprov DKI Jakarta menyediakan layanan pemantauan melalui situs pantaubanjir.jakarta.go.id dan aplikasi JAKI.

Selain itu, layanan darurat 112 disiagakan untuk menerima laporan masyarakat.

“Layanan darurat gratis 112 juga telah disiapkan pemerintah untuk merespons situasi darurat dan laporan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” pungkas Isnawa.

Load More