News / Internasional
Kamis, 19 Maret 2026 | 12:54 WIB
Anggota Kongres dari Partai Republik Don Bacon memperingatkan bahwa rencana Presiden Donald Trump untuk keluar dari NATO dapat memicu perpecahan besar di internal Partai Republik. [White House]
Baca 10 detik
  • Anggota Kongres Republik Don Bacon khawatir rencana Trump keluar dari NATO ciptakan perpecahan partai.
  • Mayoritas Partai Republik menilai NATO penting untuk menghadapi ancaman bersama seperti Rusia dan Tiongkok.
  • Trump mengkritik NATO dan mengancam masa depannya karena sekutu dianggap tidak berkontribusi seimbang.

Suara.com - Anggota Kongres dari Partai Republik Don Bacon memperingatkan bahwa rencana Presiden Donald Trump untuk keluar dari NATO dapat memicu perpecahan besar di internal Partai Republik.

Don Bacon menilai keputusan tersebut berpotensi menghancurkan partai dalam jangka panjang.

Dalam wawancara dengan CNN, Bacon mengatakan mayoritas anggota Partai Republik tidak akan menerima pembubaran aliansi militer Barat tersebut.
“Jika NATO dibubarkan sepihak, itu akan menjadi perang saudara di dalam Partai Republik. Banyak dari kami percaya pada pentingnya aliansi untuk menghadapi China dan Rusia,” ujarnya.

Bacon menegaskan, keluar dari NATO bukan hanya soal kebijakan luar negeri, tetapi juga menyangkut masa depan politik di dalam negeri.

“Jika NATO dihancurkan, partai ini bisa runtuh selama bertahun-tahun. Banyak yang tidak akan pernah memaafkan keputusan itu,” kata Bacon.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump kembali mengkritik NATO dalam unggahan di media sosial.

Trump menilai Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan negara-negara anggota, terutama setelah keberhasilan operasi militer AS di Timur Tengah.

“Kami tidak membutuhkan bantuan siapa pun. Amerika adalah negara paling kuat di dunia,” tulis Trump, sambil menyindir sekutu yang tidak ikut terlibat dalam operasi terhadap Iran.

Trump juga mendorong pembentukan koalisi internasional untuk mengawal kapal di Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak dan gas dunia yang terganggu sejak konflik pecah pada akhir Februari.

Baca Juga: Timnas Iran Tidak Mundur dari Piala Dunia 2026, Boikot AS Tetap Jalan!

Ia memperingatkan masa depan NATO akan sangat buruk jika negara-negara anggota tidak mendukung langkah Washington.

NATO didirikan pada 1949 sebagai aliansi pertahanan untuk menghadapi Uni Soviet.

Namun sejak masa jabatan pertamanya, Trump berulang kali mengancam menarik Amerika Serikat dari organisasi tersebut karena menilai sekutu tidak memberikan kontribusi militer yang seimbang.

Kontributor: Adam Ali

Load More