- Anggota Kongres Republik Don Bacon khawatir rencana Trump keluar dari NATO ciptakan perpecahan partai.
- Mayoritas Partai Republik menilai NATO penting untuk menghadapi ancaman bersama seperti Rusia dan Tiongkok.
- Trump mengkritik NATO dan mengancam masa depannya karena sekutu dianggap tidak berkontribusi seimbang.
Suara.com - Anggota Kongres dari Partai Republik Don Bacon memperingatkan bahwa rencana Presiden Donald Trump untuk keluar dari NATO dapat memicu perpecahan besar di internal Partai Republik.
Don Bacon menilai keputusan tersebut berpotensi menghancurkan partai dalam jangka panjang.
Dalam wawancara dengan CNN, Bacon mengatakan mayoritas anggota Partai Republik tidak akan menerima pembubaran aliansi militer Barat tersebut.
“Jika NATO dibubarkan sepihak, itu akan menjadi perang saudara di dalam Partai Republik. Banyak dari kami percaya pada pentingnya aliansi untuk menghadapi China dan Rusia,” ujarnya.
Bacon menegaskan, keluar dari NATO bukan hanya soal kebijakan luar negeri, tetapi juga menyangkut masa depan politik di dalam negeri.
“Jika NATO dihancurkan, partai ini bisa runtuh selama bertahun-tahun. Banyak yang tidak akan pernah memaafkan keputusan itu,” kata Bacon.
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump kembali mengkritik NATO dalam unggahan di media sosial.
Trump menilai Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan negara-negara anggota, terutama setelah keberhasilan operasi militer AS di Timur Tengah.
“Kami tidak membutuhkan bantuan siapa pun. Amerika adalah negara paling kuat di dunia,” tulis Trump, sambil menyindir sekutu yang tidak ikut terlibat dalam operasi terhadap Iran.
Trump juga mendorong pembentukan koalisi internasional untuk mengawal kapal di Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak dan gas dunia yang terganggu sejak konflik pecah pada akhir Februari.
Baca Juga: Timnas Iran Tidak Mundur dari Piala Dunia 2026, Boikot AS Tetap Jalan!
Ia memperingatkan masa depan NATO akan sangat buruk jika negara-negara anggota tidak mendukung langkah Washington.
NATO didirikan pada 1949 sebagai aliansi pertahanan untuk menghadapi Uni Soviet.
Namun sejak masa jabatan pertamanya, Trump berulang kali mengancam menarik Amerika Serikat dari organisasi tersebut karena menilai sekutu tidak memberikan kontribusi militer yang seimbang.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Donald Trump Kerahkan Militer AS Kawal Kapal Sipil di Selat Hormuz Mulai Senin Pagi Ini
-
Abaikan Korban 72 Ribu Jiwa, Militer Israel Berencana Kembali Invasi Jalur Gaza
-
Mukjizat di Perkebunan Rambunan: 5 Hari Hilang di Hutan, Nenek 79 Tahun Ditemukan Selamat!
-
Iran Klaim AS Respons Proposal Perdamaian 14 Poin via Pakistan
-
Gunung Mayon Meletus, Ribuan Warga Filipina Dievakuasi dan 52 Desa Terdampak Abu
-
Banjir Rob Intai Pesisir Jakarta hingga 8 Mei, BPBD Minta Warga Siaga Tengah Malam
-
Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Bos Taksi Green SM hingga Ditjen Perkeretaapian Hari Ini
-
Mahasiswa Kepung Jakarta Hari Ini: 3.225 Polisi Siaga di Titik Demo DPR, Kemendikti, hingga Gambir
-
Anggaran Pendidikan Tembus Rp19,75 Triliun, DPRD: Tak Boleh Ada Lagi Anak Putus Sekolah di Jakarta!
-
Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!