- Pertemuan Presiden Prabowo dengan Megawati di Istana memicu analisis arah koalisi nasional dan konsolidasi pemerintahan baru.
- Pertemuan tersebut dinilai efektif menepis spekulasi negatif mengenai potensi PDIP menjadi oposisi atau "gangguan" pemerintah.
- Rekonsiliasi dua tokoh ini menjadi fondasi penting bagi stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran dan ketahanan negara.
Suara.com - Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, di Istana Kepresidenan memicu analisis mendalam terkait arah koalisi nasional.
Akademisi sekaligus pengajar Ilmu Pemerintahan Institut Darul Ulum Banyuanyar, Achmad Baidowi yang akrab disapa Awiek, menilai momen ini secara efektif mematahkan spekulasi negatif mengenai posisi PDIP terhadap pemerintahan baru.
Menurut Awiek, kehadiran Megawati di Istana merupakan langkah positif bagi konsolidasi pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan. Pernyataan ini sekaligus merespons dinamika politik yang sempat memanas akibat perbedaan pandangan terhadap sejumlah kebijakan strategis.
"Menepis anggapan bahwa PDIP akan menjadi 'gangguan' terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran setelah sebelumnya muncul kritikan PDIP terhadap program MBG bahkan melarang kader PDIP ikut dalam program tersebut," kata Awiek sebagaimana dilansir Antara, Jumat (20/3/2026).
Lebih lanjut, pertemuan ini dipandang memiliki makna simbolis yang kuat. Awiek menilai kehadiran Megawati secara langsung di hadapan Presiden Prabowo dapat dilihat sebagai langkah pengganti atas ketidakhadiran Megawati dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dengan para mantan Presiden dan Wakil Presiden yang digelar beberapa waktu lalu.
Secara geopolitik dan nasional, rekonsiliasi dua tokoh besar ini dianggap sebagai fondasi penting bagi ketahanan negara.
Kesepahaman antara pemimpin partai pemenang pemilu legislatif dengan presiden terpilih dinilai akan berdampak langsung pada posisi Indonesia di mata dunia.
"Pertemuan tersebut semakin memperkuat stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran di tengah isu konflik Timur Tengah dan keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP)," katanya.
Stabilitas pemerintahan yang kokoh diyakini akan memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi Presiden Prabowo Subianto untuk mengeksekusi berbagai agenda pembangunan nasional tanpa hambatan politik yang berarti di parlemen maupun di akar rumput.
Baca Juga: Respons Dinamika Timur Tengah, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis Penghematan Energi
"Hanya dengan persatuan maka pembangunan akan tercapai. Perbedaan sikap politik sudah selesai ketika pemilu, selebihnya setelah pemerintahan berjalan maka sekat-sekat politik itu harus dipupus," kata mantan Anggota DPR RI itu.
Berita Terkait
-
Respons Dinamika Timur Tengah, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis Penghematan Energi
-
Prabowo Pangkas Anggaran 'Akal-akalan' Rp308 Triliun: Jika Tak Dipotong, Ini ke Arah Korupsi
-
Sentil Pejabat Daerah, Prabowo: Saya Presiden Pakai Mobil Rp1 Miliar, Gubernur Beli Rp8 Miliar
-
Tak Penuhi Standar, Presiden Prabowo Tangguhkan 1.030 Dapur Makan Bergizi Gratis
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Ribuan Personel Siaga, Polda Metro Imbau Takbiran Tanpa Konvoi dan Arak-arakan
-
Arus Mudik 2026, Lalu Lintas Tol SurabayaMojokerto Naik 25,3 Persen
-
BGN Wajibkan Pemantauan Limbah MBG Tiap Tiga Bulan, Tekankan Aspek Lingkungan dan Higienitas
-
KPK Soroti Pola Berulang Korupsi Kepala Daerah
-
Panen Raya di Kampung Rambutan: Omzet Pedagang Melonjak 8 Kali Lipat Saat Mudik Lebaran!
-
Israel Larang Warga Palestina Shalat Id di Masjid Al-Aqsa
-
Kirim THR ke Keluarga Jadi Lebih Mudah dengan Fitur Grup Transfer di wondr by BNI
-
Soal Perbedaan 1 Syawal 1447 H, MUI Sebut Penetapan Idulfitri Adalah Kewenangan Pemerintah
-
Bukan Hanya Pepohonan, Tanah Hutan Tua Ternyata Penyimpan Karbon Terbesar di Bumi
-
H-1 Lebaran: Arus One Way Tol Cipali Terpantau Lengang, Volume Kendaraan Turun Drastis 68 Persen