News / Internasional
Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:30 WIB
Video amatir saat Israel serang Lebanon [X]
Baca 10 detik
  • Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi 1.001 orang tewas akibat serangan Israel sejak awal Maret hingga 19 Maret 2026.
  • Serangan udara Israel meningkat sejak awal Maret di tengah ketegangan perbatasan dengan Hizbullah meskipun ada gencatan senjata.
  • Media Israel melaporkan rencana pendudukan desa Lebanon selatan guna mencegah serangan balasan dari wilayah tersebut.

Suara.com - Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah melampaui 1.000 orang sejak awal Maret 2026. Hingga Kamis (19/3), total korban meninggal tercatat mencapai 1.001 orang, sementara 2.584 lainnya mengalami luka-luka.

Mengutip dari Anadolu, dalam keterangan resminya, Kemenkes Lebanon menyebut korban tewas mencakup 118 anak-anak dan 79 perempuan. Sementara di antara korban luka, terdapat 365 anak-anak dan 414 perempuan.

Dalam 24 jam terakhir saja, serangan yang terus berlangsung dilaporkan menewaskan 33 orang dan melukai 152 lainnya.

Militer Israel diketahui meningkatkan intensitas serangan udara di berbagai wilayah Lebanon sejak awal Maret. Eskalasi ini terjadi di tengah ketegangan lintas perbatasan dengan kelompok Hizbullah, meskipun sebelumnya telah ada kesepakatan gencatan senjata sejak November 2024.

Di sisi lain, media Israel Channel 12 melaporkan bahwa pemerintah Tel Aviv berencana menduduki wilayah garis depan desa-desa di Lebanon selatan. Langkah tersebut disebut bertujuan untuk mencegah serangan lanjutan dari kawasan tersebut.

Situasi semakin memanas setelah adanya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang sejak 28 Februari.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal yang menyasar wilayah Israel, serta sejumlah kawasan di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Load More