- Ibu di Gaza, Samira Touman, tetap membuat kue Idul Fitri tradisional meski rumahnya rusak akibat serangan militer Israel.
- Keterbatasan gas memaksa Samira memanggang kue kaak dan maamoul menggunakan tungku kayu dari sisa perabotan rumah yang hancur.
- Penutupan perbatasan meningkatkan harga bahan pokok secara signifikan, mempersulit perayaan Idul Fitri bagi banyak keluarga di Gaza.
Suara.com - Di tengah rumah yang rusak akibat perang dan serangan militer Israel, aroma kue Idul Fitri tetap tercium di Gaza.
Samira Touman, seorang ibu tujuh anak, berjuang mempertahankan tradisi dengan membuat kue khas Lebaran meski dihadang keterbatasan.
Bersama anak-anaknya, Samira menyiapkan kaak dan maamoul di hari-hari terakhir Ramadan 2026.
Untuk informasi, kaak merupakan kue kering tradisional khas Timur Tengah dan Arab yang terkenal berbentuk cincin, menyerupai donat, atau lonjong, sering kali ditaburi wijen dan beraroma rempah kuat seperti mahlab, kayu manis, atau kapulaga.
Sementara maamoul tak berbeda dengan kaak, kue kering tradisional khas Timur Tengah yang lembut dan lumer di mulut, umumnya diisi dengan kurma halus (pasta kurma), pistachio, atau kenari.
Proses dilakukan manual, mulai dari menguleni adonan hingga memanggang menggunakan tungku kayu karena kelangkaan gas memasak.
“Ini musim Idul Fitri, musim penuh berkah. Memang tidak semeriah sebelum perang, tapi kami tetap berusaha,” ujarnya seperti dilansir dari Aljazeera.
Kondisi semakin berat setelah penutupan perbatasan yang memicu lonjakan harga bahan pokok. Tepung, gula, hingga kurma kini harganya melonjak tajam, membuat banyak keluarga harus berpikir ulang untuk merayakan Lebaran.
“Alhamdulillah, permintaan masih ada. Orang-orang ingin merasakan sedikit kebahagiaan Lebaran,” katanya. Namun ia mengakui, kebahagiaan di Gaza kerap terasa tidak pernah utuh.
Baca Juga: Cerita Desainer, Tren Belanja Baju Lebaran 2026 Cenderung Menurun Dibanding Tahun Lalu
Tanpa gas, Samira menggunakan kayu bakar dari sisa perabotan rumah yang hancur akibat serangan.
“Sekarang memasak identik dengan asap dan api, bukan lagi dapur yang bersih dan rapi,” ucapnya.
Sebelum perang, Samira memiliki usaha rumahan yang berkembang melalui media sosial.
Samira memiliki dapur lengkap dengan peralatan modern, namun semuanya hancur dan kini hanya tinggal kenangan.
Sejak konflik berkepanjangan di Gaza, kehidupan warga berubah drastis.
Banyak yang tinggal di pengungsian dan kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar, bahkan ketika barang tersedia harganya sulit dijangkau.
Berita Terkait
-
Cerita Desainer, Tren Belanja Baju Lebaran 2026 Cenderung Menurun Dibanding Tahun Lalu
-
Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah
-
Sidang Isbat Putuskan Lebaran pada Jatuh 21 Maret 2026
-
5 Tradisi Lebaran dari Berbagai Negara: Indonesia Lebih Unik dari yang Lain?
-
Apakah Anak Umur 1 Tahun Wajib Zakat Fitrah? Begini Penjelasan Hukumnya
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas