News / Internasional
Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:45 WIB
Foto ilustrasi agen dinas rahasia Israel, Mossad. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Kelompok peretas Handala mengklaim berhasil membocorkan 100.000 lebih dokumen rahasia pejabat intelijen senior Israel.
  • Target utama peretasan diduga adalah Deborah Oppenheimer, mantan pejabat tinggi Mossad yang kini di keamanan nasional.
  • Dokumen bocoran itu diklaim mengungkap operasi propaganda dan upaya manipulasi opini global oleh Oppenheimer.

Suara.com - Kelompok peretas Handala mengklaim telah membocorkan lebih dari 100.000 dokumen rahasia milik pejabat senior intelijen Israel.

Dikutip dari kantor berita Iran, Tasnim, target utama di dugaan bocornya data rahasia itu ialah Deborah Oppenheimer, mantan pejabat tinggi Mossad yang kini menjabat di lembaga keamanan nasional Israel.

Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menyebut telah mengakses email pribadi Oppenheimer selama bertahun-tahun.

“Kami memperoleh lebih dari 100.000 email sensitif yang kini tersedia untuk diunduh publik,” tulis mereka.

Handala menuduh dokumen tersebut berisi jejak panjang operasi propaganda dan manipulasi opini global.

“Ini mengungkap wajah sebenarnya jaringan pengaruh global, mulai dari kolaborasi rahasia hingga operasi media,” klaim mereka.

Kelompok itu juga menuding Oppenheimer berperan besar dalam memperluas pengaruh ideologi Zionisme di dunia internasional.

“Selama bertahun-tahun, dia membentuk opini publik melalui jaringan lobi dan media yang kuat,” lanjut pernyataan tersebut.

“Sekarang, dia telah tunduk pada kehendak publik,” tambah mereka, merujuk pada kebocoran data besar-besaran tersebut.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Klaim Musuh Allah Telah Tumbang, AS-Israel Disebut Salah Perhitungan

Namun Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Israel terkait klaim peretasan tersebut.

Dokumen yang disebut telah dipublikasikan itu diklaim memberikan gambaran detail tentang operasi rahasia lintas negara.

Akan tetapi, keaslian dan isi dokumen masih belum dapat diverifikasi secara independen.

Kontributor: M.Faqih

Load More