- Pemerintah Swiss resmi menghentikan ekspor senjata ke Amerika Serikat sejak Sabtu, 20 Maret 2026, karena konflik dengan Iran.
- Keputusan ini merupakan komitmen menjaga netralitas Swiss berdasarkan undang-undang federal material militer tahun 1996.
- Selain ekspor senjata, Swiss juga menutup wilayah udara bagi penerbangan militer Amerika Serikat terkait langsung konflik tersebut.
Suara.com - Pemerintah Swiss resmi menghentikan ekspor senjata ke Amerika Serikat di tengah perang melawan Iran.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip netralitas yang telah lama dipegang negara tersebut.
“Ekspor material perang ke negara yang terlibat konflik bersenjata internasional dengan Iran tidak dapat diizinkan selama konflik berlangsung,” demikian pernyataan resmi pemerintah Swiss, Sabtu (20/3/2026) seperti dilansir dari Aljazeera.
“Ekspor ke Amerika Serikat saat ini tidak dapat diotorisasi.” tegas pemerintah Swiss.
Langkah tegas ini muncul saat perang AS-Israel melawan Iran memasuki pekan ketiga dan memicu krisis kemanusiaan di kawasan Timur Tengah.
Konflik tersebut juga mendorong lonjakan harga energi global serta kekhawatiran akan eskalasi lebih luas.
Tak hanya menghentikan ekspor senjata, Swiss juga menutup wilayah udaranya untuk penerbangan militer AS yang terkait langsung dengan perang.
Sebelumnya, pemerintah bahkan menolak dua permintaan lintas udara dari AS, meski mengizinkan beberapa penerbangan lain dengan pertimbangan ketat.
Kebijakan ini didasarkan pada undang-undang federal Swiss tahun 1996 yang mengatur ekspor-impor material militer harus mematuhi prinsip hak asasi manusia dan netralitas.
Baca Juga: Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS
Sejak perang pecah pada 28 Februari, tidak ada lisensi baru yang dikeluarkan untuk ekspor senjata ke AS.
Pemerintah juga menegaskan bahwa izin ekspor lama akan ditinjau ulang secara berkala oleh tim ahli.
“Pendekatan restriktif sudah diterapkan, termasuk terhadap Israel,” kata pernyataan tersebut.
Data pemerintah menunjukkan, AS merupakan importir senjata terbesar kedua dari Swiss tahun lalu dengan nilai mencapai 119 juta dolar AS.
Namun, situasi perang memaksa Bern mengambil sikap tegas demi menjaga posisi netralnya.
Langkah ini mengingatkan pada kebijakan serupa saat invasi Irak tahun 2003, ketika Swiss juga membatasi ekspor senjata dan akses wilayah udara.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS
-
Mojtaba Khamenei Klaim Musuh Allah Telah Tumbang, AS-Israel Disebut Salah Perhitungan
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global
-
Iran Klaim Berhasil Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 Milik AS
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan