Suara.com - Angin laut berhembus pelan pada Sabtu pagi. Suara takbir mengalun dari masjid di Kampung Nelayan Sejahtera, Desa Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Bagi Warsana (42), suasana hari raya Idul Fitri tahun ini terasa berbeda, rasanya lebih senang dan lebih tenang. Bukan karena baju baru atau hidangan yang melimpah. Tapi karena untuk pertama kalinya, Warsana dan keluarga bisa merayakan lebaran tanpa dihantui rasa cemas.
“Lebaran tahun ini rasanya lebih senang, lebih tenang. Kebersihan di sini terasa sekali, suasananya juga nyaman. Jadi walaupun enggak punya banyak, tetap bisa ngerasain bahagia bareng keluarga,” ujarnya.
Warsana tinggal bersama sang istri, Kadmina (39), serta ketiga anaknya. Kehidupan Warsana sebelumnya jauh dari kata tenang. Sejak remaja ia sudah melaut, mengikuti jejak keluarganya sebagai nelayan. Setiap dini hari ia berangkat mencari ikan, lalu kembali siang hari dengan hasil yang tak selalu pasti.
Setelah berkeluarga, yang paling mengganggu pikiran Warsana bukan lagi hanya hasil tangkapan. Melainkan keluarga yang ditinggalkan di rumah yang rawan banjir rob.
“Kalau lagi kerja itu pasti ada rasa khawatir. Kepikiran terus rumah banjir, kepikiran anak istri. Tapi mau gimana, kalau khawatir terus, kerja juga jadi enggak fokus. Jadi ya ditahan saja, yang penting tetap jalan cari nafkah,” katanya.
Rumahnya di blok Pangpang, Desa Eretan Kulon yang ditempati sejak 2014 perlahan tak lagi layak huni. Banjir rob datang berulang, membawa air laut yang merendam lantai dan merusak hampir seluruh isi rumah. Kondisi lingkungan yang tidak sehat juga berdampak pada anak-anaknya.
“Anak-anak itu sering sakit, kadang sakit perut, kadang gatal-gatal. Airnya asin, lingkungannya juga kurang bersih, jadi kesehatan mereka sering terganggu,” kenangnya.
Puncaknya terjadi pada akhir 2022 saat banjir datang sangat parah. Istri Warsana tengah hamil besar dan akan melahirkan anak ketiga mereka. Sang istri harus dievakuasi dengan cara dibopong menggunakan kasur ke rumah orang tua. Tak lama setelah itu, rumah mereka roboh.
Baca Juga: Kemensos: 40 Ribu Peserta BPJS PBI Direaktivasi, 2 Ribu Beralih Bayar Iuran Sendiri
“Waktu itu ya sudah, enggak kepikiran yang lain. Yang penting keluarga selamat dulu. Rumah bisa dicari lagi, tapi kalau keluarga kenapa-kenapa itu yang enggak tergantikan,” ucapnya.
Setelah kejadian itu, Warsana dan keluarganya sempat mengungsi dan tinggal sementara di rumah orang tuanya. Di tengah keterbatasan, ia tetap berusaha bertahan sambil menunggu harapan akan tempat tinggal yang lebih layak.
Harapan itu muncul sejak Warsana dan keluarga menempati Kampung Nelayan Sejahtera pada tahun 2025 yang merupakan inisiasi Kementerian Sosial, pemerintah daerah, Baznas, BNPB, TNI-Polri dan berbagai pihak lain.
Kampung ini dibangun sebagai hunian layak bagi nelayan yang sebelumnya tinggal di wilayah rawan rob. Sebanyak 93 rumah tipe 36 berdiri di kawasan ini, lengkap dengan dua kamar tidur, ruang tengah, dapur, dan kamar mandi.
Tak hanya rumah, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari akses air bersih, sanitasi, jaringan listrik, hingga fasilitas sosial seperti masjid, taman anak dan lansia, serta ruang-ruang pemberdayaan ekonomi seperti sentra UMKM bagi keluarga nelayan.
“Alhamdulillah sekarang jauh lebih baik. Tempatnya bersih, airnya lebih layak, anak-anak juga jadi lebih sehat. Kita sebagai orang tua juga jadi lebih tenang, nggak was-was lagi kalau lagi kerja ninggalin keluarga di rumah,” kata Warsana.
Berita Terkait
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup
-
Kemensos dan PT Pos Targetkan Penyaluran Bansos Bencana Sumatra Tuntas Sebelum Lebaran
-
Bantuan untuk eks Pengguna Narkoba dan ODHIV Cair, Kemensos Ubah Skema Jadi Uang Tunai Segini!
-
Gus Ipul Bocorkan Rencana Kemensos untuk Jangkau Ratusan Ribu Lansia dapat MBG Tahun Ini
-
Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis di Bekasi
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard