-
Iran meluncurkan rudal ke Israel yang memicu ledakan keras di wilayah Yerusalem pagi tadi.
-
Serangan terjadi usai Iran membantah klaim Donald Trump mengenai pembicaraan rahasia dengan pihak Washington.
-
Warga sempat masuk bunker sebelum akhirnya diizinkan keluar karena situasi dinyatakan telah terkendali.
Suara.com - Fajar di wilayah Yerusalem berubah mencekam saat proyektil mematikan meluncur dari wilayah udara Iran menuju jantung Israel.
Suara dentuman yang memekakkan telinga merobek kesunyian pagi setelah sistem deteksi dini militer mengeluarkan peringatan darurat.
Pihak keamanan setempat mengonfirmasi bahwa serangan mendadak ini terjadi pada Selasa pagi waktu setempat di tengah tensi yang meninggi.
Petugas militer bekerja ekstra keras untuk melacak lintasan rudal guna meminimalisir dampak kerusakan yang mungkin ditimbulkan di area pemukiman.
Israel langsung menetapkan status siaga tinggi segera setelah objek terbang berbahaya tersebut memasuki ruang kedaulatan mereka.
Keadaan darurat ini dikonfirmasi langsung oleh pihak angkatan bersenjata yang memantau pergerakan senjata jarak jauh tersebut.
Melalui rilis resminya, otoritas keamanan memberikan pernyataan singkat namun tegas mengenai situasi yang sedang berkembang di lapangan.
"Iran menembakkan rudal ke Israel pada Selasa pagi," kata militer Israel sesaat sebelum terjadi ledakan keras.
Informasi ini menjadi basis utama bagi warga sipil untuk segera mencari perlindungan di bawah tanah demi keamanan jiwa.
Baca Juga: Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
Meskipun sistem pertahanan udara diaktifkan, getaran hebat tetap dirasakan oleh masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak.
Sesaat setelah peringatan dikeluarkan, tim medis dan unit reaksi cepat langsung bersiaga di berbagai titik strategis kota.
Magen David Adom, sebagai otoritas layanan darurat utama, segera memobilisasi personelnya menuju lokasi yang diduga menjadi titik jatuh proyektil.
Hingga laporan terbaru dirilis, belum ada data mengenai angka kematian atau luka-luka akibat peristiwa serangan udara tersebut.
Petugas paramedis tetap dikirimkan ke zona spesifik untuk memastikan kondisi lapangan serta memberikan bantuan psikologis bagi warga.
Kesiapsiagaan ini dilakukan guna mengantisipasi adanya korban yang mungkin tertimbun atau terjebak di lokasi yang sulit dijangkau.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai