-
Rudal Iran menghantam sebuah gedung di Yerusalem dan melukai satu orang warga sipil.
-
Turki mengusulkan gencatan senjata singkat untuk memulai dialog perdamaian antara pihak yang berkonflik.
-
Ketegangan meningkat setelah serangan gabungan Amerika-Israel dan tuntutan penghentian program nuklir Iran.
Di tengah memanasnya hujan rudal Pemerintah Turki mulai mengajukan proposal gencatan senjata dalam durasi singkat.
Langkah ini diambil Ankara agar proses negosiasi perdamaian bisa segera dimulai tanpa ada pertumpahan darah.
Sumber diplomatik menyebut Turki terus berkomunikasi aktif dengan pihak Amerika Serikat maupun Iran secara intensif.
Kementerian Luar Negeri Turki kini sedang berupaya membentuk koalisi perundingan bersama negara-negara di wilayah Eropa.
Pembentukan kelompok ini bertujuan untuk menekan pengaruh Israel dan mencari solusi konkret guna mengakhiri peperangan.
Pihak Ankara secara terbuka meragukan komitmen jangka panjang Israel untuk benar-benar menghentikan agresi militer mereka.
Hal ini menjadi dasar kekhawatiran apakah kesepakatan damai nantinya bisa berjalan efektif atau hanya sementara.
Hambatan besar lainnya muncul dari tuntutan Donald Trump yang mewajibkan Iran menghentikan total program pengayaan uranium.
Syarat berat tersebut dianggap menjadi batu sandungan yang membuat meja perundingan sering kali menemui jalan buntu.
Baca Juga: Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat
Konflik terbuka ini sebenarnya sudah mencapai titik didih sejak akhir bulan Februari tahun 2026 yang lalu.
Tepat pada 28 Februari Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer udara secara masif ke wilayah Iran.
Serangan tersebut menyasar infrastruktur vital di Teheran dan menyebabkan kerugian besar serta jatuhnya korban nyawa manusia.
Iran kemudian memberikan respon dengan melakukan serangan balasan ke pangkalan militer Amerika di seluruh Timur Tengah.
Aksi saling balas ini memicu kekhawatiran dunia internasional akan terjadinya perang skala besar yang tidak terkendali.
Pihak Amerika dan Israel berdalih serangan mereka dilakukan demi menjaga keamanan dunia dari ancaman nuklir Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Asal Usul Viral Ejekan You're Fired, Cara Jenderal Iran Merendahkan Donald Trump Selama Perang
-
Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara di Timur Tengah, Dorong Negosiasi Damai
-
Pramono Anung Resmi Terapkan WFA ASN Usai Lebaran, Presensi Daring Wajib Tanpa Bolos
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem
-
Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim
-
Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat
-
Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa