- Turki mengusulkan gencatan senjata sementara dan menjalin komunikasi dengan AS serta Iran untuk memfasilitasi negosiasi damai.
- Ketegangan kawasan meningkat setelah serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari, memicu serangan balasan Iran.
- Hambatan utama negosiasi adalah tuntutan AS kepada Iran untuk menghentikan sepenuhnya program pengayaan uranium mereka.
Suara.com - Turki mengusulkan gencatan senjata sementara guna meredakan ketegangan di Timur Tengah dan membuka jalan bagi dimulainya proses negosiasi damai.
Mengutip laporan Middle East Eye, Senin (23/3), sumber diplomatik Turki menyebut Ankara tengah aktif menjalin komunikasi dengan Amerika Serikat dan Iran, sekaligus menjajaki peluang perundingan untuk mencapai kesepakatan.
Kementerian Luar Negeri Turki juga disebut sedang membentuk kelompok perunding bersama mitra di Eropa, Timur Tengah, dan kawasan lain. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meredam eskalasi konflik serta memperkuat jalur diplomasi di kawasan.
Meski demikian, Ankara dikabarkan masih meragukan keberlanjutan gencatan senjata jangka panjang, termasuk komitmen Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran.
Di sisi lain, tuntutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Iran menghentikan sepenuhnya program pengayaan uranium menjadi salah satu hambatan utama dalam proses negosiasi.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke sejumlah wilayah di Iran, termasuk Teheran, pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai titik di Timur Tengah.
Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menyatakan serangan dilakukan untuk menekan ancaman dari program nuklir Iran. Namun, laporan tersebut menyebut adanya indikasi tujuan lain, termasuk dorongan terhadap perubahan kepemimpinan di Iran.
Baca Juga: Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan